Dibuka Menguat, IHSG Siap Rebound Seiring Variatifnya Bursa Asia Pasifik-Wall Street

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka menguat 32 poin atau 0,39 persen di level 8.541 pada pembukaan perdagangan Senin, 1 Desember 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 1 Desember 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pasar saham Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Jumat pekan lalu, di tengah kondisi pasar AS yang cenderung datar selama libur Thanksgiving. Selain itu, Bursa Asia mencermati data inflasi Tokyo, inflasi umum (headline) Tokyo untuk bulan Oktober, yang turun tipis menjadi 2,7 persen dari 2,8 persen pada bulan lalu.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan segar namun tetap mencakup energi naik ke 2,8 persen, sedikit di atas proyeksi sebesar 2,7 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,17 persen, dan Topix menguat 0,29 persen.

Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi 1,51 persen sedangkan Kosdaq melesat 3,71 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,04 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,34% dan Taiex Taiwan menguat 0,26 persen.

Selain inflasi Jepang, PDB India tumbuh sebesar 8,2 persen pada periode September 2025, merupakan pertumbuhan tercepat dalam enam kuartal terakhir. Hal itu didorong oleh belanja pemerintah yang kuat dan investasi swasta.

Sektor-sektor kunci seperti manufaktur dan jasa berkontribusi pada pertumbuhan ini, dengan konsumsi swasta meningkat menjadi 7,9 persen.

"Support IHSG berada di level 8.420-8.470 sementara resist IHSG di rentang 8.550-8.600," ujarnya.

Ilustrasi papan saham IHSG.

Ilustrasi papan saham IHSG.

Sebagai informasi, saham-saham AS tercatat naik dengan volume perdagangan tipis pada sesi yang diperpendek setelah Thanksgiving pada Jumat pekan lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh sektor ritel dan pemulihan saham teknologi.

Perkiraan penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember 2025 menguat sepanjang minggu, membantu menopang sentimen indeks Dow Jones Industrial Average yang naik 0,61 persen, S&P 500 naik 0,54 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,65 persen. Semua sektor utama S&P 500 naik kecuali sektor perawatan kesehatan, dengan farmasi Eli Lilly turun 2,6 persen.

Sementara itu, Intel membantu memimpin dengan kenaikan 10,2 persen, setelah analis TF International Securities mengatakan perusahaan akan mulai mengirimkan prosesor M kelas bawah Apple sebagai pada awal tahun 2027.