Rupiah Menguat seiring Upaya Pemerintah Pacu Pemulihan Ekonomi Nasional
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.963 per Rabu, 21 Januari 2026. Posisi rupiah itu menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.981 pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 22 Januari 2026 hingga pukul 09.24 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.892 per dolar AS. Posisi itu menguat 44 poin atau 0,26 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.936 per dolar AS.
Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pelebaran defisit fiskal 2,92 persen pada APBN 2025 atau mendekati ambang batas 3 persen, adalah langkah sengaja guna memacu pemulihan ekonomi nasional.
"Kebijakan ini diambil sebagai strategi countercyclical guna membalikkan tren perlambatan ekonomi yang membayangi Indonesia sepanjang tahun 2025," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis, 22 Januari 2026.
Purbaya menjelaskan, intervensi fiskal yang agresif sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali sisi permintaan dan penawaran di dalam negeri. Tanpa dorongan APBN yang optimal, ia menilai perekonomian nasional berisiko terperosok ke dalam jurang krisis.
Kebijakan ini telah mulai membuahkan hasil dengan berbaliknya arah perekonomian ke zona positif. Ia optimistis bahwa prospek ekonomi ke depan akan jauh lebih baik berkat keputusan berani yang ia sebut sebagai "kebijakan fiskal cerdas".
Secara bersamaan, Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan, BI Rate, di level 4,75 persen pada Desember 2025. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap bertahan di 3,75 persen dan suku bunga lending facility di 5,5 persen. Keputusan ini konsisten menjaga rupiah di tengah ketidakpastian global, dengan memperkuat efektivitas transmisi moneter dan makroprudensial untuk jaga stabilitas dan dorong ekonomi ke depan.
Kendati mempertahankan suku bunga pada bulan Januari ini, BI masih menegaskan bahwa ruang penurunan suku bunga terbuka lebar. Namun, penurunan akan dibarengi oleh perkiraan inflasi pada tahun ini yang berada di sasaran 4,5 persen plus minus 1 persen.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.930 - Rp16.950," ujarnya.
Sebagai informasi, pentingnya strategi Greenland membuat ketegangan baru antara AS dan Uni Eropa. Presiden AS, Donald Trump, bersikeras bahwa "tidak ada jalan mundur" terkait Greenland, dengan alasan kekhawatiran keamanan di Arktik. Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa, yang semakin memperburuk pasar yang sudah tegang akibat risiko perdagangan global.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, Eropa tidak akan tunduk pada "para pengganggu," menekankan bahwa rasa hormat dan kerja sama, bukan paksaan, yang seharusnya mendefinisikan hubungan antar sekutu. Pernyataannya, yang disampaikan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, menggarisbawahi meningkatnya keresahan di Eropa atas retorika dan ancaman perdagangan Washington yang terkait dengan sengketa Greenland.
Trump berusaha menenangkan kekhawatiran dengan mengatakan AS sedang mengupayakan solusi atas masalah ini, dan bertujuan untuk mencapai hasil yang memuaskan NATO, tetapi investor tetap berhati-hati.