Rupiah Menguat Seiring Target Defisit APBN 2026 Sebesar 2,68 Persen dari PDB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.732 per Kamis, 13 November 2025. Posisi rupiah itu melemah 10 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.722 pada perdagangan Rabu, 12 November 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 14 November 2025 hingga pukul 09.49 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.716 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 12 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.728 per dollar AS.
Ilustrasi uang rupiah
Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, apabila mengacu pada target kinerja Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029, target defisit tersebut di atas batas aman kisaran 2,45 persen hingga 2,53 persen dari PDB pada 2026.
Bahkan, outlook defisit APBN 2025 sebesar 2,78 persen pun melebihi batas aman dalam target tersebut, yakni sebesar 2,53 persen dari PDB.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025, yang mengatur tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029.
Sebagaimana diketahui, untuk 2026 target defisit APBN yang ditetapkan sebesar Rp 689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB ini. Posisi itu meningkat dibandingkan dengan target awal dalam RAPBN 2026 sebesar Rp 638,8 triliun atau setara 2,48 persen PDB.
Adapun pada tahun 2027, target defisit aman adalah kisaran 2,35 persen hingga 2,50 persen dari PDB, kemudian pada 2028 targetnya sebesar 2,32 persen hingga 2,50 persen dari PDB. Serta pada 2029, target defisit amannya kisaran 2,24 persen hingga 2,50 persen dari PDB.
Kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi yang proaktif, adaptif, dan mampu menggerakkan transformasi ekonomi, diukur dengan indikator Rasio defisit APBN terhadap PDB.
Meski demikian, Kementerian Keuangan tidak menjelaskan lebih lanjut dasar penetapan target defisit terhadap PDB dalam batas aman tersebut.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.730 - Rp 16.770," ujarnya.