Update Nama-nama Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Kantongi 5 Kandidat Kuat Pengganti Kluivert

Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia, 1. Ange Postecoglou, 2. Paulo Bento, 3. Jesus Casas, 4. Juan Antonio Pizzi, 5. Felix Sanchez
Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia

Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan setelah PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi menyampaikan perkembangan terbaru dalam jumpa pers di GBK Arena, Jakarta, Kamis 20 November 2025. Publik diminta bersabar karena proses seleksi masih terus berjalan.

Yunus Nusi menegaskan bahwa federasi belum dapat mengumumkan identitas pelatih pengganti Patrick Kluivert yang gagal membawa Tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, keputusan tidak boleh tergesa-gesa dan harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang sepakbola nasional.

Sementara itu, Sumardji membocorkan bahwa sudah ada lima kandidat pelatih yang akan didalami lebih jauh oleh PSSI bersama Direktur Teknik Alexander Zwiers. Proses uji kelayakan terhadap lima nama tersebut akan dimulai pada minggu-minggu ke depan.

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji

Ada dua nama yang banyak beredar di media sosial, yaitu Jesus Casas dan Ange Postecoglou. Keduanya saat ini sedang tidak terikat kontrak dengan klub atau tim nasional. Meski demikian, PSSI memastikan bahwa seluruh kandidat harus melewati tahap evaluasi mendalam.

Nama mantan pelatih Tim Garuda Shin Tae-yong sudah dipastikan tidak masuk dalam daftar. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyebut bahwa STY sudah menjadi masa lalu bagi federasi.

Berikut update profil lima calon pelatih Timnas Indonesia:

1. Ange Postecoglou

Ange Postecoglou dikenal luas setelah melatih Tottenham Hotspur selama dua musim. CV pelatih asal Australia berdarah Yunani ini terbilang sangat mentereng. Bersama Spurs, ia mengakhiri paceklik trofi panjang klub dengan meraih gelar Liga Europa 2024/2025. Ia juga sukses membawa Celtic dua kali meraih gelar juara Liga Skotlandia pada musim 2021/2022 dan 2022/2023.

Sebelumnya Postecoglou empat kali menjuarai Liga Australia bersama Brisbane Roar dan South Melbourne. Di Asia, ia memberi kejutan besar dengan mengantar Yokohama F. Marinos juara Liga Jepang 2018/2019 dan membawa Timnas Australia menjuarai Piala Asia 2015. Catatan emasnya sedikit ternodai ketika ia dipecat Nottingham Forest setelah delapan laga tanpa kemenangan.

2. Paulo Bento

Nama Paulo Bento juga menjadi perhatian besar. Pelatih asal Portugal ini memiliki pengalaman luas di sepakbola Asia. Ia pernah menangani Timnas Korea Selatan dengan catatan 35 kemenangan, 13 hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 57 pertandingan. Bento membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2022 dan lolos ke babak 16 besar sebelum dikalahkan Brasil dengan skor 1-4.

Setelah berpisah dengan Korea Selatan, Bento menangani Uni Emirat Arab selama dua tahun dengan 14 kemenangan, lima imbang, dan tujuh kekalahan. Meski demikian, kontraknya tak diperpanjang setelah hanya mencatat satu kemenangan dari lima laga terakhir.

3. Jesus Casas

Jesus Casas menjadi nama paling populer dalam perbincangan publik. Pelatih asal Spanyol ini pernah menangani Timnas Irak selama hampir tiga tahun sejak November 2022 hingga Maret 2025 dengan catatan 20 kemenangan dari 33 pertandingan. Di bawah arahannya, Irak mencetak 75 gol dan hanya kebobolan 51 gol serta berhasil meraih trofi Piala Teluk 2022/2023.

Casas memiliki pengalaman besar di level tinggi Eropa sebagai asisten pelatih Timnas Spanyol di era Luis Enrique, Roberto Moreno, dan Luis de la Fuente. Ia juga berperan sebagai match analyst Barcelona saat klub itu meraih treble winner pada musim 2014/2015.

4. Juan Antonio Pizzi

Lahir di Sante Fe, Argentina, namun berkebangsaan Spanyol, Pizzi memiliki karier panjang di sepakbola internasional. Ia pernah melatih empat tim berbeda di Asia, termasuk Timnas Arab Saudi di Piala Dunia 2018. Prestasi terbaiknya hadir ketika membawa Chile menjadi juara Copa America 2016 setelah mengalahkan Argentina melalui adu penalti. Kemenangan tersebut membuat Lionel Messi sempat memutuskan pensiun dari tim nasional.

5. Felix Sanchez

Nama Felix Sanchez juga menarik menjadi opsi. Pelatih asal Spanyol ini mencatat sejarah ketika memimpin Qatar tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2022 sebagai tuan rumah. Meski hasil di turnamen itu kurang memuaskan, rekam jejaknya dengan Qatar tetap impresif. Ia membawa skuad The Maroon menjadi juara Piala Asia 2019 dengan rekor sempurna, yaitu tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan.

Sanchez juga dikenal sebagai pelatih pembinaan karena menangani tim nasional Qatar sejak kelompok usia U-19 hingga senior. Setelah meninggalkan timnas, ia menangani klub Al Sadd dan berhasil membawa mereka juara Liga Qatar 2024/2025.