Survei Pusat Riset Indonesia Catat Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo Capai 82 Persen

Direktur Eksekutif Pusat Riset Indonesia, Deni Yusup (kiri)
Direktur Eksekutif Pusat Riset Indonesia, Deni Yusup (kiri)

Lembaga survei Pusat Riset Indonesia (PRI) merilis hasil survei terbaru terkait persepsi dan perilaku publik terhadap satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 82,44 persen. Sementara itu, masyarakat yang mengaku tidak puas sebesar cuma 14,20 persen, dan yang tidak memberikan pendapat sebanyak 3,36 persen.

Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik tersebut tidak lepas dari berbagai program pemerintah yang dianggap menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Ia menambahkan, sejumlah kebijakan seperti pengurangan pajak, ketahanan pangan, serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi juga ikut memperkuat persepsi positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Seperti makan bergizi gratis (MBG) bagi anak sekolah mulai dari TK sampai ke SMA dan ibu hamil, ketahanan energi, Program sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, ketahanan pangan, koperasi merah putih, diikuti program penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, baru baru ini terlihat nyata program pengurangan pajak melalui Menteri Keuangan RI," ujar Deni, Selasa, 4 November 2025.

Presiden RI Prabowo Subianto di KTT APEC 2025

Berdasarkan hasil survei, program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat menjadi kebijakan yang paling diapresiasi publik dengan 20,55 persen responden menyebutnya sebagai capaian terbaik.

Disusul tindakan cepat pemerintah dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi 15,25 persen, ketahanan energi 14,60 persen, serta pengentasan kemiskinan 11,36 persen. Program di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan kesehatan juga meraih apresiasi tinggi diatas 10 persen.

Deni menegaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan turut berimbas pada elektabilitas Partai Gerindra, partai politik yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Gerindra mengalami tren positif menyentuh angka 8,91 persen dari saat pelaksanaan pemilu 2024 sebesar 13,22 persen, saat di survei periode Oktober 2025 ini meningkat menjadi sekitar 22,13 persen," ujarnya.

Di posisi kedua, Partai Golkar mencatatkan elektabilitas 17,21 persen, disusul PDIP yang turun menjadi 14,10 persen dari sebelumnya 16,72 persen. Partai-partai lain bersaing ketat di papan tengah yakni PKB 8,15 persen, Demokrat dan PAN 7,89 persen, NasDem 7,48 persen, dan PKS 6,15 persen.

Partai non-parlemen PSI menunjukkan tren kenaikan dari 2,81 persen pada 2024 menjadi 4,25 persen pada 2025, sementara PPP justru mengalami penurunan tajam menjadi 1,85 persen.

Adapun survei PRI dilakukan pada 10–20 Oktober 2025 dengan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi. Margin of error survei ini sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling terhadap warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.