Pesan Dua Perempuan di Balik Kesuksesan Ratusan Restoran Terkenal di Indonesia: Jangan Takut Memulai dari Nol

Ilustrasi bisnis kuliner.
Ilustrasi bisnis kuliner.

 Di balik ramainya restoran cepat saji yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, ada cerita panjang tentang perempuan-perempuan yang diam-diam ikut membangun ekosistemnya dari nol. Bukan sebagai wajah iklan atau sekadar pekerja di balik meja kasir, melainkan sosok yang memimpin proyek besar hingga menghidupi ratusan orang lewat usaha mandiri.

Salah satu kisah datang dari Dewie Kulsum. Pada 1998, ia hanyalah seorang fresh graduate yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah percetakan kecil di Bandung. Saat itu, ia mendapat order dari jaringan restoran cepat saji yang masih baru dikenal masyarakat Indonesia: McDonald’s Indonesia. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak pernah terbayang sebelumnya, proyek kecil tersebut justru menjadi titik awal perubahan hidupnya. Hampir tiga dekade kemudian, Dewie kini memiliki bisnis konveksi sendiri dengan puluhan karyawan tetap dan ratusan tenaga kerja tambahan dari lingkungan sekitar.

“Buat saya, McDonald’s Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk saya hingga bisa menjadi seorang pengusaha. Sejak awal, saya didampingi hingga berani memulai usaha sendiri. Meski dimulai dari skala rumahan, saya dibimbing untuk memahami standar produksi bertaraf internasional, membangun manajemen bisnis yang terstruktur, serta mengedepankan kesejahteraan karyawan,” papar Dewie Kulsum, Mitra Konveksi McDonald’s Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 9 Mei 2026. 

Bagi Dewie, perjalanan bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan peluang bagi orang lain. Dari usaha rumahan sederhana, bisnisnya kini berkembang menjadi salah satu sumber penghidupan bagi banyak keluarga di sekitarnya.

Cerita serupa juga datang dari Ratna Wirahadikusumah, perempuan yang memilih jalur karier yang selama ini identik dengan laki-laki: pengembangan bisnis dan konstruksi restoran.

Berbekal latar belakang arsitektur, Ratna memulai kariernya lebih dari dua dekade lalu. Kini, ia dipercaya memimpin pengembangan ratusan restoran McDonald’s Indonesia di berbagai wilayah, termasuk sejumlah proyek strategis di Jakarta, Bali, hingga Manado.

Namun, perjalanan itu tentu tidak mudah. Dunia konstruksi dan pengembangan properti masih kerap dianggap sebagai “wilayah pria”. Ratna justru melihat tantangan tersebut sebagai ruang untuk membuktikan kemampuan perempuan.

“Nilai kekeluargaan dan dukungan yang kuat dari keluarga dan rekan-rekan membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Saya percaya kepemimpinan lahir dari rasa saling menghargai dan kemauan untuk terus belajar. We lead by example, integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Ratna Wirahadikusumah, Director Store Development Group, McDonald’s Indonesia.

Menurut Ratna, membangun sebuah restoran bukan sekadar mendirikan bangunan. Ada proses panjang mulai dari riset lokasi, pengurusan izin, desain, hingga pengawasan konstruksi yang melibatkan banyak pihak.

“It takes a village to open a store,” ungkapnya.

Di tengah berkembangnya pembicaraan soal kesetaraan gender di dunia kerja, kisah Ratna dan Dewie menunjukkan bahwa kesempatan yang inklusif bisa membuka jalan besar bagi perempuan untuk berkembang.

“Sebagai pemimpin, ketika kita membuat keputusan berdasarkan data yang valid, yang akan membawa dampak positif bagi perusahaan, dan telah mempertimbangkan semua risiko yang ada, jangan ragu, go for it. Pemimpin harus berani membuat keputusan dan menghadapi risikonya. Saya percaya, baik laki-laki maupun perempuan, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” tutup Ratna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Dewie juga membagikan pesan sederhana untuk perempuan yang masih ragu memulai langkah.

“Untuk perempuan Indonesia, jangan takut memulai dari nol. Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Modal dan peluang akan mengikuti. Kuncinya adalah konsisten, pantang menyerah, dan berani bertanggung jawab. Dari situlah kesempatan untuk tumbuh akan muncul,” tutup Dewie.