Top 5+ Fakta Polisi Tewas Usai Ngebut di Lampung: Seorang Bripda Luka Berat, 2 Perempuan di Mobil
Anggota Samapta Polresta Bandar Lampung, Bripda Helmi Apriansyah (HA), tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal.
Mobil Toyota Innova dengan pelat nomor polisi BE I281 TP yang ia kendarai menabrak tiang listrik setelah diduga hilang kendali.
Usai menabrak tiang listrik, mobil menghantam tempat cuci mobil Gaharu Car Wash hingga mengalami kerusakan parah.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung, Provinsi Lampung sekitar pukul 05.00 WIB.
“Mobil itu masuk dan nyungsep di gazebo,” ujar pemilik Gaharu Car Wash Wiryawan Saputra dikutip dari TribunLampung, Minggu (4/1/2026).
Berikut sejumlah fakta soal kecelakaan tunggal yang menyebabkan Helmi tewas.
1. Helmi Diduga Ngebut
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung Kompol GM Angga Satrya Wibawa mengonfirmasi bahwa Helmi adalah anggota Polresta Bandar Lampung.
Kecelakaan yang dialami Helmi diduga karena korban mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
Hal tersebut membuat mobil tidak dapat dikendalikan hingga menabrak tiang listrik dan Gaharu Car Wash.
Angga menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika mobil yang dikendarai Helmi ngebut saat memasuki jalan yang berkelok.
Berdasarkan laporan , Minggu (4/1/2026), Helmi juga dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan yang dialami anggotanya.
2. Ada 1 Polisi dan 2 Perempuan di Dalam Mobil
Selain Helmi, mobil yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut juga ditumpangi tiga orang lainnya.
Salah satunya adalah seorang polisi berpangkat Bripda, Wayan Dewa Pramudia (DWP).
Dua penumpang lainnya merupakan mahasiswi Universitas Malahayati, yakni Dafa Putri dan Lia Febriani.
Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit usai kejadian. Saat ditemukan, seluruh penumpang dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Khusus Wayan Dewa Pramudia, ia dilaporkan mengalami luka berat.
“Ada empat orang dalam kejadian tersebut, terkait penyebab dugaan saat ini masih kami dalami karena kejadiannya subuh," kata Angga dikutip dari TribunLampung, Minggu (4/1/2026).
3. Helmi Langsung Dimakamkan
Jenazah Helmi segera dimakamkan setelah tewas akibat kecelakaan tunggal di Jalan Pagar Alam.
Jenazah korban dikebumikan di TPU Alamulhuda, Jalan Sukardi Hamdani, Kelurahan Segala Mider, Bandar Lampung pada Minggu (4/1/2026).
Menurut pengakuan paman Helmi, Sandri, korban dikenal sebagai sosok yang baik.
Ia juga mengaku terkejut dan terpukul setelah menerima kabar Helmi sudah tiada.
“Saya tidak tahu persis, tapi keluarga menginformasikan pada subuh itu keponakan saya mengalami laka lantas lalu dibawa ke rumah sakit," ujar Sandri, dikutip dari TribunLampung, Minggu (4/1/2026).
"Saya mohon doanya untuk keponakan saya supaya dilapangkan kuburnya dan husnul khotimah. Segenap keluarga semoga diberikan ketabahan dan kesabaran atas ujian ini," tambahnya.
4. Pemakaman Jenazah Dilakukan Secara Kedinasan
Prosesi pemakaman Helmi di TPU Alamulhuda dilakukan secara kedinasan sesuai aturan Polri.
Berdasarkan pantauan TribunLampung, Minggu (4/1/2026), prosesi pemakaman berlangsung khidmat.
Tembakan salvo juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Helmi.
Jalannya upacara dipimpin langsung oleh Kapolsek Panjang Kompol Martono selaku Inspektur Upacara.
5. Mobil dalam Keadaan Ringsek
Mobil yang dikendarai Helmi dalam keadaan ringsek setelah mengalami benturan keras akibat menghantam tempat cuci mobil.
Wiryawan selaku pemilik Gaharu Car Wash mengatakan, ia menerima kabar dari karyawan bahwa tempat usahanya tertabrak mobil pada Minggu (4/1/2026) subuh.
Kabar tersebut membuat Wiryawan terkejut karena mobil yang menabrak adalah Innova dengan empat orang di dalamnya.
“Saya dapat telepon dari karyawan subuh itu. Ada mobil Innova hitam BE1281TP dengan 4 orang di dalamnya mengalami laka lantas di depan usaha saya,” ungkap Wiryawan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang