Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir? Ini Perbandingan Harta Kepala BGN Lama dan Baru
Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tak hanya memunculkan pembahasan mengenai arah kebijakan lembaga tersebut ke depan. Di tengah transisi kepemimpinan, perhatian publik juga tertuju pada laporan harta kekayaan pejabat yang lama maupun yang baru.
Melalui data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), masyarakat dapat melihat gambaran aset yang dimiliki para pejabat negara. Dari laporan yang tersedia, baik Dadan Hindayana maupun Nanik S Deyang sama-sama tercatat tidak memiliki utang. Namun, nilai kekayaan yang dilaporkan keduanya menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.
Berdasarkan data tersebut, Dadan Hindayana masih berada di atas Nanik S Deyang dari sisi total kekayaan. Selisih harta keduanya bahkan mencapai sekitar Rp2,72 miliar. Lantas, seperti apa rincian aset yang dimiliki dua sosok yang pernah dan kini memimpin BGN tersebut? Berikut rangkumannya, sebagaimana dihimpun Viva pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kekayaan Dadan Hindayana Vs Nanik S Deyang
Laporan LHKPN memperlihatkan bahwa Dadan Hindayana memiliki total kekayaan sebesar Rp9.022.400.000. Sementara itu, Nanik S Deyang melaporkan harta senilai Rp6.303.290.605.
Keduanya sama-sama tidak memiliki kewajiban utang yang tercatat dalam laporan kekayaan. Dengan demikian, seluruh nilai yang dilaporkan merupakan kekayaan bersih. Perbedaan total harta tersebut membuat Dadan unggul sekitar Rp2,72 miliar dibandingkan penggantinya di Badan Gizi Nasional.
Aset Dadan Hindayana Didominasi Properti
Saat masih menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana tercatat memiliki sejumlah aset dengan nilai total lebih dari Rp9 miliar. Komponen terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan.
Nilai aset properti yang dimiliki Dadan mencapai Rp5,9 miliar. Sejumlah properti tersebut berada di wilayah Bogor, Jawa Barat. Aset tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar dalam struktur kekayaan yang dilaporkannya.
Selain properti, Dadan juga memiliki kendaraan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,4 miliar. Tiga kendaraan yang tercantum dalam laporan kekayaan adalah:
- Mazda CX-5 tahun 2023 senilai Rp675 juta
- Mazda CX-3 tahun 2023 senilai Rp395 juta
- Honda HR-V 1.5 SE CVT tahun 2024 senilai Rp330 juta
Tak hanya itu, Dadan juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp1,4 miliar. Sementara harta bergerak lainnya tercatat bernilai Rp322,4 juta. Jika dijumlahkan, seluruh aset tersebut menghasilkan total kekayaan sebesar Rp9.022.400.000 tanpa pengurangan utang.
Delapan Properti Jadi Penopang Harta Nanik S Deyang
Nanik S Deyang yang kini memimpin BGN memiliki total kekayaan Rp6.303.290.605 berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan pada Januari 2025. Sebagian besar aset yang dimilikinya juga berasal dari sektor properti. Total nilai tanah dan bangunan yang tercatat mencapai Rp5.402.000.000.
Dalam laporan tersebut, Nanik memiliki delapan aset tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Depok dan Bekasi. Beberapa aset dengan nilai terbesar meliputi:
- Properti di Depok senilai Rp1,5 miliar
- Properti di Depok senilai Rp1,2 miliar
- Properti di Bekasi senilai Rp700 juta
- Sejumlah aset lain dengan nilai mulai Rp163 juta hingga Rp700 juta
Seluruh properti tersebut dilaporkan berasal dari hasil sendiri. Di luar aset tanah dan bangunan, Nanik juga memiliki kendaraan dengan nilai total Rp705 juta. Kendaraan yang dilaporkan terdiri dari:
- BMW 520i CKD A/T tahun 2014 senilai Rp460 juta
- Toyota Fortuner 2.7 Lux A/T tahun 2013 senilai Rp180 juta
- Toyota Avanza 1.300 G tahun 2007 senilai Rp65 juta
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki Nanik tercatat sebesar Rp196,2 juta.
Perbandingan Aset Kedua Pejabat
Jika dibandingkan per kategori, Dadan Hindayana unggul dalam hampir seluruh komponen kekayaan yang dilaporkan.
Dadan Hindayana
Total kekayaan: Rp9,02 miliar
Properti: Rp5,9 miliar
Kendaraan: Rp1,4 miliar
Kas dan setara kas: Rp1,4 miliar
Harta bergerak lainnya: Rp322,4 juta
Utang: Nihil
Nanik S Deyang
Total kekayaan: Rp6,3 miliar
Properti: Rp5,402 miliar
Kendaraan: Rp705 juta
Kas dan setara kas: Rp196,2 juta
Utang: Nihil
Data LHKPN menunjukkan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang memiliki perbedaan nilai kekayaan dengan selisih sekitar Rp2,72 miliar. Meski demikian, laporan tersebut hanya menggambarkan aset yang dimiliki masing-masing pejabat pada periode pelaporan yang berbeda.
Seiring pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional, perhatian publik juga tertuju pada berbagai program yang berada di bawah koordinasi lembaga tersebut, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Selain itu, BGN juga memiliki tugas dalam pengelolaan dan pengawasan pelaksanaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.