Sebelum Jadi Tersangka, Ini Daftar Kontroversi Dadan Hindayana di BGN

Dadan Hindayana Ditetapkan jadi Tersangka
Dadan Hindayana Ditetapkan jadi Tersangka

Nama mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya terseret dalam kasus dugaan korupsi praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026, menjadi puncak dari rangkaian panjang penyelidikan yang sebelumnya telah mengguncang internal BGN.

Kasus tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan muncul di tengah berbagai kontroversi yang selama ini melekat pada kepemimpinan Dadan di lembaga tersebut. Sejumlah kebijakan, pernyataan, hingga program di bawah BGN kerap memicu perdebatan di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini semakin ramai setelah dilakukan penggeledahan di kantor BGN di Jakarta Pusat oleh penyidik Kejaksaan Agung. Dari proses tersebut, penyidik disebut mengantongi temuan yang mengarah pada dugaan penyimpangan dalam program SPPG.

Di saat bersamaan, pergantian kepemimpinan di tubuh BGN juga terjadi. Pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan, menandai perubahan besar dalam struktur lembaga yang mengelola program pemenuhan gizi nasional.

Latar Belakang Singkat Dadan Hindayana di BGN

Sebelum membahas kontroversinya, Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan latar belakang proteksi tanaman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Jerman sebelum dipercaya memimpin BGN.

Meski memiliki rekam jejak akademik yang kuat, masa kepemimpinannya di BGN tidak lepas dari berbagai kritik. Seiring waktu, berbagai kebijakan dan pernyataannya memunculkan respons beragam dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga kritik keras yang viral di media sosial.

Berikut rangkuman sejumlah kontroversi yang melekat selama masa kepemimpinan Dadan di BGN, sebagaimana dihimpun Viva pada Rabu, 3 Juni 2026.

1. Pernyataan konsumsi susu 2 liter per hari

Salah satu kontroversi awal muncul ketika Dadan menyampaikan pengalaman pribadinya mengonsumsi susu dalam jumlah besar setiap hari. Pernyataan ini kemudian dikaitkan dengan kondisi gizi anak-anak.

Namun, banyak pihak menilai pernyataan tersebut tidak realistis jika diterapkan secara luas di masyarakat karena faktor ekonomi dan akses pangan yang berbeda.

2. Usulan serangga sebagai sumber protein

Dadan juga pernah menyebut serangga dan ulat sagu sebagai alternatif sumber protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski dianggap bagian dari pemanfaatan pangan lokal, usulan ini memicu perdebatan di publik. Sebagian mendukung inovasi tersebut, namun sebagian lainnya menilai belum sesuai dengan preferensi konsumsi masyarakat luas.

3. Polemik pengadaan motor listrik dan barang operasional

BGN juga disorot karena pengadaan kendaraan operasional dan perlengkapan pendukung program yang nilainya dinilai besar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengadaan ribuan motor listrik operasional serta berbagai perlengkapan seperti alat makan dan perangkat pendukung lainnya.

Meski demikian, pihak terkait menegaskan bahwa pengadaan dilakukan melalui mekanisme anggaran dan tidak sepenuhnya seperti yang beredar di publik.

4. Pelaksanaan MBG saat Ramadan

Program MBG yang tetap berjalan saat Ramadan juga menuai kritik. Penyesuaian menu dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi siswa yang menjalankan puasa. Kritik terutama muncul dari unggahan publik di media sosial yang menyoroti kesederhanaan menu makanan yang dibagikan.

5. Rencana ekspansi program ke luar negeri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wacana perluasan MBG ke sekolah Indonesia di luar negeri, termasuk Arab Saudi, juga menjadi sorotan. Biaya yang lebih tinggi di luar negeri dibanding dalam negeri menjadi bahan diskusi publik. Sejumlah pihak mempertanyakan urgensi ekspansi tersebut di tengah berbagai tantangan pelaksanaan program di dalam negeri.

Itu dia deretan kontroversi dan perjalanan Dadan Hindayana di BGN. Meski begitu, program MBG memiliki tujuan strategis dalam peningkatan gizi nasional.