Sosok Agustina Arumsari, Auditor Antikorupsi yang Kini Jadi Wakil Kepala BGN, Berapa Harta Kekayaannya?
Nama Agustina Arumsari menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam jabatan barunya tersebut, Agustina akan mendampingi Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penunjukan Agustina diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersamaan dengan pengangkatan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN lainnya.
Masuknya Agustina ke jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional dinilai menjadi langkah penting pemerintah untuk memperkuat aspek tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas keuangan dalam pelaksanaan berbagai program yang dikelola BGN.
Latar belakangnya yang panjang di bidang audit, investigasi, dan pengawasan keuangan negara menjadi salah satu alasan mengapa sosoknya dipercaya mengisi posisi strategis tersebut.
Berkarier Puluhan Tahun di BPKP
Sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025 untuk mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Karier Agustina di BPKP terbilang panjang. Ia memulai pengabdiannya sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat.
Seiring waktu, kariernya terus menanjak hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan BPKP.
Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:
- Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah (2017)
- Direktur Investigasi III (2019)
- Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020)
- Wakil Kepala BPKP (2025)
Pengalaman panjang tersebut membuat Agustina dikenal sebagai salah satu pejabat pengawasan internal pemerintah yang memiliki kompetensi kuat dalam bidang audit investigatif dan tata kelola keuangan negara.
Lulusan STAN hingga Raih Gelar Magister Hukum UI
Di bidang pendidikan, Agustina memiliki latar belakang yang erat dengan dunia keuangan negara dan pengawasan.
Ia menempuh pendidikan Diploma III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan lulus pada 1992.
Tak berhenti di situ, Agustina kemudian melanjutkan pendidikan Diploma IV di kampus yang sama dan menyelesaikannya pada 1998.
Untuk memperkuat kapasitas akademiknya, ia melanjutkan studi ke Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada 2014.
Kombinasi pendidikan di bidang akuntansi negara dan hukum tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan serta investigasi yang selama ini menjadi fokus pekerjaannya.
Kantongi Banyak Sertifikasi Profesional
Salah satu hal yang membuat profil Agustina menonjol adalah banyaknya sertifikasi profesional yang dimilikinya.
Sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensinya dalam bidang audit, investigasi, manajemen risiko, dan tata kelola pemerintahan.
Beberapa sertifikasi profesional yang dimiliki Agustina antara lain:
- Certified Fraud Examiner (CFE)
- Certified Forensic Auditor (CFrA)
- Chartered Accountant (CA)
- Qualified Internal Auditor (QIA)
- Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE)
- Certified Internal Audit Executive (CIAE)
- Certified Risk Professional (CRP)
- Certified Risk Executive Leader (CREL)
- Certified Government Risk Executive (CGRE)
- Fraud Risk Management Professional (FRMP)
- Dengan deretan sertifikasi tersebut, Agustina dikenal sebagai salah satu pejabat pengawasan yang memiliki kompetensi tinggi dalam pengelolaan risiko dan pencegahan fraud di lingkungan pemerintahan.
Dipercaya Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Penunjukan Agustina sebagai Wakil Kepala BGN dinilai sejalan dengan kebutuhan pemerintah untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo.
Program tersebut melibatkan anggaran besar dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, sehingga aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian utama pemerintah.
Pengalaman Agustina dalam bidang investigasi dan audit dipandang dapat membantu memastikan pengelolaan program berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Berapa Harta Kekayaan Agustina Arumsari?
Selain profil dan perjalanan kariernya, publik juga menyoroti laporan harta kekayaan Agustina Arumsari sebagai pejabat negara.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan saat menjabat di lingkungan BPKP, total kekayaan Agustina mencapai sekitar Rp3,8 miliar.
Nilai tersebut terdiri dari berbagai aset yang dimilikinya, termasuk tanah dan bangunan, kendaraan, kas dan setara kas, serta aset lainnya yang dilaporkan sesuai ketentuan LHKPN.
Dengan pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan negara, latar belakang pendidikan yang kuat, serta kompetensi profesional di bidang audit dan manajemen risiko, Agustina Arumsari kini memegang peran penting dalam membantu Nanik S Deyang memimpin Badan Gizi Nasional pada periode baru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.