Gebrakan Baru Nanik S Deyang di BGN, MBG di Sekolah Elit Dievaluasi dan Fokus ke Kelompok Rentan

Kepala BGN, Nanik S Deyang
Kepala BGN, Nanik S Deyang

Di tengah upaya pemerintah memperkuat program peningkatan gizi nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan usai mengumumkan evaluasi besar terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan bantuan pangan yang digelontorkan negara benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan, bukan justru tersebar tanpa prioritas yang jelas.

Evaluasi MBG di Sekolah Elit Jadi Perhatian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BGN saat ini tengah melakukan penajaman ulang atau refocusing terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama yang selama ini juga menjangkau siswa di sekolah-sekolah elit. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat efektivitas distribusi anggaran dan dampaknya terhadap pemerataan gizi nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryanti Deyang menegaskan bahwa penyesuaian sasaran ini bertujuan agar program lebih tepat guna dan menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Selama ini, MBG diberikan secara luas kepada seluruh siswa tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi sekolah. Model universal tersebut kini dinilai perlu dikaji ulang agar tidak mengurangi efektivitas penanganan masalah gizi di lapisan masyarakat bawah.

"Iya benar (penataan kembali). Maksudnya yang mampu, yang kaya. Jadi, nanti misalnya sekolah-sekolah kaya," ujarnya.

Fokus Bergeser ke Wilayah 3T dan Kelompok Rentan

Selain evaluasi di sektor pendidikan, BGN juga mengalihkan fokus utama program MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wilayah ini dinilai masih memiliki tantangan besar dalam akses gizi dan layanan kesehatan dasar.

Selain itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita (3B) juga menjadi prioritas utama dalam skema baru program MBG. Langkah ini dinilai lebih strategis karena kelompok tersebut merupakan fase paling krusial dalam pencegahan stunting dan masalah gizi jangka panjang.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemerataan gizi berbasis kebutuhan paling mendesak di masyarakat.

Dalam implementasinya, BGN telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit yang tidak lagi melayani sasaran MBG untuk kelompok 3B disebut akan ditangguhkan sebagai bagian dari penataan ulang sistem distribusi.

Efisiensi dan Penataan Ulang Program

Selain perubahan sasaran, pemerintah juga tengah membahas aspek efisiensi dalam pelaksanaan program MBG. Namun, detail teknis mengenai bentuk efisiensi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan.

Di sisi lain, BGN juga menyiapkan skema alternatif untuk pembangunan SPPG di wilayah 3T. Tujuannya agar pelaksanaan program tetap berjalan optimal tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berlebihan.

Sebagaimana diketahui, Nanik S. Deyang merupakan figur yang cukup dikenal di dunia jurnalistik Indonesia sebelum akhirnya dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Ia meniti karier panjang sebagai jurnalis senior dengan pengalaman di berbagai media nasional, yang membentuk karakter kepemimpinannya yang kritis, analitis, dan tajam dalam melihat persoalan publik. 

Nanik sendiri ditunjuk sebagai Kepala BGN pada 2 Juni 2026, kemudian resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 di Istana Negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar dunia jurnalistik, Nanik juga memiliki pengalaman kuat dalam manajemen media dan organisasi. Ia pernah terlibat dalam pengelolaan media berskala nasional, termasuk di lingkungan Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman ini memperkaya kemampuannya dalam mengelola tim, menyusun strategi komunikasi, serta memahami dinamika isu-isu publik secara lebih luas.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang juga pernah mengisi berbagai posisi strategis di ranah politik dan pemerintahan. Ia tercatat terlibat dalam Badan Kemenangan Nasional pada kontestasi politik nasional, serta pernah dipercaya menduduki jabatan seperti Wakil I BP Taskin dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).  (Ant)