Ilustrasi yogurt., 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

Menjaga kesehatan usus menjadi hal yang sangat penting untuk kita utamakan. Sebab usus berkaitan dengan sistem imun, pencernaan, hingga kesehatan otak.

Salah satu cara untuk menjaga usus adalah dengan mengonsumsi probiotik, yakni bakteri baik yang membantu mendukung kesehatan pencernaan.

Selama ini yogurt kerap dikenal sebagai sumber probiotik populer. Namun, menurut para ahli gizi, ada sejumlah makanan lain yang kandungan probiotiknya setara bahkan lebih tinggi daripada yogurt.

Dilansir Kompas dari Real Simple seorang ahli gizi bernama Samina Kalloo menjelaskan mengenai probiotik “Probiotik adalah bakteri baik hidup yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus,” ujarnya.

Berikut beberapa makanan kaya probiotik yang bisa menjadi alternatif selain yogurt.

1. Kimchi

Bakteri yang ditemukan di dalam kimchi dapat membantu membersihkan mikroplastik di usus, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

Bakteri yang ditemukan di dalam kimchi dapat membantu membersihkan mikroplastik di usus

Siapa yang tidak mengenal kimchi? Makanan fermentasi khas Korea ini ternyata kaya bakteri baik.

Menurut ahli gizi Jennifer Wagner, kimchi bisa menjadi tambahan sederhana tetapi berdampak besar untuk kesehatan usus.

Selain probiotik, kimchi juga mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan. Rasanya yang asam gurih membuatnya mudah dipadukan dengan nasi, mi, daging, atau salad.

2. Kombucha

ilustrasi teh kombucha, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

ilustrasi teh kombucha

Kombucha juga termasuk sumber probiotik yang cukup populer.

Minuman fermentasi berbahan dasar teh ini mengandung mikroba baik, meski jumlahnya bisa berbeda tergantung proses produksi dan penyimpanannya.

Selain probiotik, kombucha juga mengandung senyawa antioksidan dari teh yang digunakan.

Untuk pilihan yang lebih baik, pakar menyarankan memilih kombucha rendah gula.

3. Miso

Ilustrasi miso, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

Miso merupakan pasta fermentasi dari kedelai yang umum digunakan dalam masakan Jepang. Selain rasanya yang cenderung asin, kecap ini juga kaya probiotik.


Selain mendukung pencernaan, miso mengandung mineral seperti mangan dan seng yang baik untuk tubuh.

Miso bisa digunakan untuk sup, saus, marinasi, atau dressing. Namun karena kadar garamnya cukup tinggi, penggunaannya sebaiknya tetap secukupnya.

4. Cottage cheese kultur

ilustrasi keju, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

ilustrasi keju

Keju cottage adalah jenis keju segar, lembut, dan bergumpal (curd) yang tidak melalui proses pematangan, bertekstur seperti dadih, serta memiliki rasa asam dan gurih.

Tak semua cottage cheese mengandung probiotik, tetapi produk yang berlabel “live active cultures” bisa menjadi sumber bakteri baik.

Selain itu, cultured cottage cheese juga tinggi protein, kalsium, dan vitamin B.

Makanan ini bisa dikonsumsi sebagai menu sarapan, campuran salad, olesan roti, atau tambahan smoothie.

5. Kefir

ilustrasi kefir, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

ilustrasi kefir

Kefir sering disebut sebagai salah satu sumber probiotik terbaik. Minuman fermentasi ini mirip yogurt cair dengan tekstur sedikit lebih encer.

Menurut pakar, kefir tidak hanya baik untuk kesehatan usus, tetapi juga dikaitkan dengan potensi manfaat antiinflamasi dan mendukung kadar kolesterol yang sehat.

Kefir bisa diminum langsung atau dijadikan campuran smoothie dan overnight oats.

6. Sauerkraut

Sauerkraut atau kubis fermentasi juga termasuk sumber probiotik yang baik.

Versi mentah atau yang tidak dipasteurisasi umumnya memiliki kandungan bakteri baik lebih tinggi dibanding produk yang sudah melalui proses pemanasan.

Selain probiotik, sauerkraut juga mengandung serat, vitamin C, vitamin K, dan potasium.

Rasanya cocok dipadukan dengan sandwich, grain bowl, hingga lauk panggang.

7. Natto

Ilustrasi natto, 1. Kimchi, 2. Kombucha, 4. Cottage cheese kultur, 5. Kefir, 6. Sauerkraut, 7. Natto

Ilustrasi natto

Natto bahkan disebut memiliki kandungan probiotik yang sangat tinggi, melebihi yogurt. Makanan fermentasi dari kedelai ini populer di Jepang dan biasanya disajikan bersama nasi.

Selain probiotik, natto juga mengandung protein, antioksidan, dan berbagai mikronutrien.

Teksturnya memang khas dan aromanya cukup kuat, tetapi justru itu yang membuatnya unik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang