Kenapa Kentang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

kentang, kulkas, Kenapa Kentang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 Bagi sebagian orang, menyimpan kentang di dalam laci sayur kulkas terdengar seperti ide yang bagus agar kentang tidak mudah bertunas atau menjadi lembek. Sayangnya, kebiasaan ini justru keliru besar. 

Menyimpan kentang di suhu dingin kulkas tidak hanya merusak tekstur dan rasanya, tetapi juga bisa memicu bahaya kesehatan yang cukup serius saat kentang tersebut dimasak.

Dilansir dari ulasan ilmiah di laman resmi Mashed (Mashed.com), larangan ini bukanlah mitos belaka, melainkan ada penjelasan sains yang sangat kuat di baliknya. Proses kimiawi yang terjadi pada kentang saat berada di dalam kulkas bisa mengubah kandungannya secara drastis.

Biar tidak salah langkah lagi, yuk simak penjelasan ilmiah lengkap tapi santai mengenai alasan kenapa kentang wajib dijauhkan dari kulkas berikut ini!

Efek Cold-Induced Sweetening

Mengapa kulkas berdampak buruk bagi kentang? Kunci jawabannya terletak pada fenomena sains yang disebut dengan Cold-Induced Sweetening (CIS).

Mengutip laporan dari Mashed, pada (2/6/26) kentang secara alami kaya akan kandungan pati kompleks. 

Ketika kentang disimpan dalam lingkungan yang bersuhu rendah atau dingin (di bawah 7 derajat Celcius eperti di dalam kulkas), suhu ekstrem tersebut akan memicu enzim di dalam kentang untuk memecah pati kompleks tersebut menjadi gula sederhana, seperti glukosa dan fruktosa.

Perubahan struktur kimia ini membawa dua dampak buruk instan:

  • Tekstur Menjadi Berpasir: Saat direbus atau dipanggang, kentang yang sudah "kedinginan" ini akan kehilangan tekstur lembutnya (fluffy) dan berubah menjadi cenderung berpasir atau lembek berair.
  • Rasa Manis yang Aneh: Kentang akan memiliki rasa manis yang terlalu pekat dan tidak alami, yang merusak cita rasa gurih asli dari hidangan kentang.

Bahaya Kesehatan, Pembentukan Senyawa Akrilamida

Dampak paling krusial dari menyimpan kentang di kulkas sebenarnya bukan cuma soal rasa yang jadi aneh, melainkan adanya risiko kesehatan jangka panjang.

Ketika gula sederhana hasil pecahan pati tadi bertemu dengan asam amino bernama asparagin (yang juga terkandung alami di dalam kentang), kedua zat ini akan bereaksi jika dipanaskan pada suhu tinggi—seperti saat digoreng, dipanggang, atau dibakar.

Proses kimia ini menghasilkan senyawa berbahaya bernama Akrilamida (Acrylamide). Menurut penelitian yang dimuat oleh Mashed, akrilamida adalah senyawa kimia yang sering dikaitkan sebagai zat karsinogenik (pemicu kanker) serta berpotensi merusak saraf jika menumpuk di dalam tubuh.

Tanda paling mudah untuk mengenali kentang yang tinggi kandungan akrilamidanya adalah warnanya yang sangat cepat berubah menjadi cokelat tua atau hitam gosong saat digoreng, padahal bagian dalamnya belum tentu matang sempurna.

Cara Benar Menyimpan Kentang Agar Awet dan Aman

Lalu, bagaimana cara terbaik memperlakukan stok kentang di rumah jika tidak boleh masuk kulkas? Tenang, Mashed membagikan panduan mudahnya:

  1. Simpan di Tempat Sejuk dan Gelap: Taruh kentang di area dapur yang kering, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan terhindar dari sinar matahari langsung (seperti di dalam laci lemari dapur bawah atau keranjang anyaman). Suhu idealnya adalah sekitar 10-15 derajat Celcius.
  2. Gunakan Wadah Terbuka atau Kantong Kertas: Jangan pernah menyimpan kentang di dalam kantong plastik tertutup rapat karena akan mengurung kelembapan dan mempercepat pembusukan. Gunakan kantong kertas (paper bag) yang berpori.
  3. Jauhkan dari Bawang Merah dan Bawang Bombai: Ini aturan emas di dapur! Bawang mengeluarkan gas etilen yang bisa merangsang kentang untuk bertunas dan membusuk jauh lebih cepat. Jadi, pisahkan wadah keduanya, ya!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang