John Herdman Angkat Bicara Soal Keputusan Kontroversial Panggil Ferarri ke Timnas Indonesia, Singgung Shin Tae-yong
Keputusan John Herdman memasukkan Muhammad Ferarri ke skuad final Timnas Indonesia menuai banyak sekali kritik. Bek muda Bhayangkara FC itu dianggap belum memiliki menit bermain yang cukup menonjol di level klub.
Kritik semakin ramai karena beberapa nama berpengalaman seperti Ricky Kambuaya dan Marc Klok justru tidak masuk daftar final. Situasi ini membuat Herdman akhirnya memberikan penjelasan panjang soal dasar pemilihan 23 pemain Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia sendiri sedang bersiap menghadapi dua laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua pertandingan ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan skuad Garuda menuju agenda besar berikutnya.
John Herdman mengungkapkan alasan memilih Ferarri dibanding sejumlah pemain lokal lain yang tampil baik di kompetisi domestik. Pertanyaan itu juga menyinggung perbedaan nasib Ferarri dengan Ricky Kambuaya dan Marc Klok.
Pemain Timnas Indonesia U-23, Muhammad Ferarri (kanan) saat melawan Laos
Pelatih asal Inggris ini menegaskan bahwa Ferarri tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan Kambuaya dan Klok. Sebab, ketiganya bermain di posisi yang berbeda.
“Maksud saya, Ferrari bermain di posisi yang sangat berbeda dengan Kambuaya dan Klok, itu sudah pasti. Tapi, kami sangat teliti dengan pemilihan kami,” ujar John Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (4/6/2026).
Pelatih asal Inggris itu menjelaskan bahwa proses seleksi pemain tidak hanya dilihat dari performa singkat. Menurutnya, staf pelatih juga menilai rekam jejak dan perjalanan pemain dalam jangka panjang.
“Kami tidak hanya melihat tiga pertandingan terakhir atau tiga bulan terakhir; kami melihat sejarah pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian kami melihat profil kami,” ujar Herdman.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
John Herdman menyebut Timnas Indonesia memiliki kebutuhan spesifik untuk posisi tertentu. Karena itu, pemilihan pemain dilakukan berdasarkan profil yang sesuai dengan rencana permainan.
“Kami sangat jelas mengenai profil bek tengah (CB) atau bek sayap yang kami butuhkan, dan kemudian kami harus memproyeksikan pemain mana yang memiliki kapasitas fisik dan teknis tertentu,” ucapnya.
Nama Ferarri kemudian dianggap masuk kategori pemain yang memiliki potensi besar. John Herdman menilai bek tersebut bisa berkembang jika ditempatkan dalam lingkungan yang tepat bersama pemain-pemain berkualitas.
“Jika kami bekerja dengan mereka dan menempatkan mereka di sekitar pemain top seperti Kevin, bisakah mereka mencapai potensi tertinggi? Ferrari adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi,” tutur Herdman.
Muhammad Ferarri saat Timnas Indonesia vs Laos
John Herdman juga menyinggung perjalanan Ferarri ketika masih berada di bawah arahan Shin Tae-yong. Menurutnya, sebelum mengalami cedera, Ferarri sempat menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
“Penampilannya bersama Shin Tae-yong, kami merasa sebelum cederanya, kami bisa melihat pemain yang berada pada lintasan yang sangat positif. Dan kemudian dia harus membuktikan haknya,” katanya.
Kesempatan untuk membuktikan diri itu diberikan dalam kamp latihan pada Mei. Dari sana, John Herdman menilai Ferarri mampu menjawab kepercayaan yang diberikan tim pelatih.
“Jadi kami mengadakan kamp latihan bulan Mei, kami memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan hak mereka agar bisa berada di sini pada bulan Juni, dan Ferrari membuktikan haknya,” ujar Herdman.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok
Sementara itu, absennya Marc Klok juga dijelaskan secara langsung oleh Herdman. Ia menyebut gelandang Persib Bandung tersebut mengalami cedera ringan sehingga tidak dipaksakan masuk skuad.
“Marc mengalami cedera pada hari terakhir di skuad klub, cedera ringan, tapi bagi seorang pemain, itu akan menjadi hal penting di turnamen AFF nanti,” jelas Herdman.
Menurut John Herdman, keputusan memberi waktu istirahat kepada Klok menjadi langkah penting. Apalagi sang pemain masih dibutuhkan untuk agenda Timnas Indonesia berikutnya.
“Sangat penting untuk membiarkannya melakukan pemulihan dan memiliki waktu istirahat bersama keluarganya karena dia akan kembali pada 6 Juli untuk sebulan penuh,” ucapnya.
John Herdman menyadari keputusan pemilihan pemain Timnas Indonesia selalu mengundang perdebatan. Namun, ia menegaskan bahwa staf pelatih tetap berpegang pada proses dan profil yang sudah ditetapkan.
“Jadi, Anda tahu, publik akan selalu memiliki pertanyaan, sepak bola adalah permainan opini, tapi kami kembali ke profil kami dan kedisiplinan kami dalam proses pemilihan. Dan para pemain membuktikan hak mereka, seperti yang dilakukan Ferrari,” tegasnya. (fan)