Ini Porsi dan Waktu Minum Kopi yang Tepat untuk Atasi Cemas dan Stres

kopi, minum kopi, Ini Porsi dan Waktu Minum Kopi yang Tepat untuk Atasi Cemas dan Stres, Apa Kata Sains? Hubungan Antara Kopi, Stres, dan Kafein, Berapa Cangkir Sehari agar Bebas Cemas?, Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Atasi Stres, Tips Menikmati Kopi yang Ramah untuk Mental

Bagi sebagian besar orang, secangkir kopi di pagi hari adalah "bahan bakar" wajib sebelum mulai bertempur dengan tumpukan pekerjaan. 

Efek kafeinnya yang bikin melek memang tidak perlu diragukan lagi. 

Namun, pernahkah kamu mendengar kalau kopi ternyata juga bisa membantu meredakan stres dan rasa cemas (anxiety)?

Bagi kamu yang sering merasa overthinking atau dikejar deadline, kabar ini pasti terdengar seperti angin segar. Namun, tunggu dulu! 

Manfaat ini tidak bisa didapatkan kalau kamu meminumnya sembarangan sampai bikin jantung berdebar.

Dikutip dari Real Simple pada (3/6/26), ada takaran porsi dan waktu yang tepat agar kopi bisa menjadi obat penenang alami yang ampuh. 

Apa Kata Sains? Hubungan Antara Kopi, Stres, dan Kafein

Selama ini, kopi sering dituduh sebagai pemicu cemas karena efek kafeinnya yang mempercepat detak jantung. Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional justru menemukan fakta sebaliknya.

Para peneliti menemukan bahwa kandungan antioksidan yang tinggi, terutama polifenol dan asam klorogenat di dalam kopi, memiliki peran besar dalam melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif.

Ketika otak kita terlindungi dari peradangan (inflammation), suasana hati (mood) secara otomatis akan menjadi lebih stabil, dan tingkat kecemasan pun berangsur menurun.

Selain itu, aroma dari seduhan kopi hangat terbukti secara psikologis mampu merangsang produksi hormon dopamin, si hormon pemberi rasa bahagia dan relaksasi di dalam tubuh kita.

Berapa Cangkir Sehari agar Bebas Cemas?

Kunci utama dari khasiat kopi sebagai pereda stres adalah moderasi alias tidak berlebihan. Studi yang dirilis via Real Simple mencatat beberapa aturan porsi berikut:

  • 1 hingga 2 Cangkir Sehari: Ini adalah porsi "sweet spot" atau takaran paling ideal. Pada porsi ini, kafein bekerja secara optimal merangsang sistem saraf pusat untuk meningkatkan fokus tanpa memicu pelepasan hormon kortisol (hormon stres) secara berlebihan.
  • Maksimal 400 mg Kafein per Hari: Batas aman ini setara dengan sekitar 3 hingga 4 cangkir kopi standar. Jika Anda melewati batas ini, efeknya justru akan berbalik 180 derajat, kamu malah akan merasa makin gelisah, gemetar (jitters), dan susah tidur.

Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Atasi Stres

Jam berapa biasanya Anda meminum kopi? Jika jawabannya adalah sesaat setelah membuka mata di pagi hari, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut.

Waktu terbaik untuk meminum kopi agar efektif meredakan cemas adalah antara jam 9.30 hingga 11.30 pagi. Mengapa demikian?

Pada saat kita baru bangun tidur (sekitar jam 8.00–9.00 pagi), kadar hormon kortisol alami di dalam tubuh kita sedang berada di puncaknya untuk membuat kita terjaga. Jika kamu langsung mengguyurnya dengan kafein, tubuh akan mengalami over-stimulation yang justru memicu rasa cemas dan tegang.

Dengan minum kopi di pertengahan menjelang siang, saat kadar kortisol alami mulai menurun, kafein akan masuk sebagai asupan energi tambahan yang pas untuk menjaga mood Anda tetap stabil sepanjang hari.

Tips Menikmati Kopi yang Ramah untuk Mental

Agar ritual minum kopi benar-benar menjadi momen healing dan pengusir stres, terapkan tiga tips sederhana ini:

Kurangi Gula dan Sirup Manis: Lonjakan gula darah (sugar rush) akibat kopi yang terlalu manis bisa meniru gejala serangan panik (panic attack), seperti jantung berdebar dan keringat dingin. Cobalah beralih ke kopi hitam atau gunakan sedikit susu rendah lemak.

Jangan Minum Kopi Setelah Jam 3 Sore: Kafein bertahan di dalam tubuh selama berjam-jam. Minum kopi terlalu sore akan merusak kualitas tidur malammu. Padahal, kurang tidur adalah pemicu utama meningkatnya stres dan anxiety di keesokan harinya.

Nikmati Secara Mindful: Luangkan waktu 5–10 menit untuk benar-benar menikmati aroma dan sesapan kopi tanpa memegang ponsel atau melihat pekerjaan. Proses ini bertindak sebagai meditasi singkat yang sangat baik untuk menenangkan pikiran yang kalut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang