Bisnis Asuransi Kendaraan Ikut Terdampak Pelemahan Rupiah
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah per 3 Juni 2026 tembus Rp 17.931. Hal ini jadi perhatian di industri otomotif, tidak terkecuali bisnis asuransi kendaraan.
Astra sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah pada berdampak pada bisnis mereka.
Ditambah lagi adanya kenaikan suku bunga di Indonesia. Per 21 Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen yang pada akhirnya berimbas pada bunga kredit mobil.
“Kalau ditanya apa yang paling terdampak dengan penurunan daya beli? Pasti salah satunya demand terhadap kendaraan bermotor,” kata Maximiliaan Agatisianus, Presiden Direktur Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/05).

Dia tidak menampik bahwa industri otomotif termasuk bisnis asuransi, sampai sekarang masih berada di bawah tekanan terkhusus buat kendaraan roda empat.
Mengingat angka penjualan pun masih belum bisa kembali bangkit ke angka satu juta unit per tahun.
“Tetapi di pihak asuransi komersial kami harapkan juga masih bisa bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tegas Maximiliaan.
Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mendongkrak harga jual mobil berbasis impor di pasaran dan tentu mempengaruhi daya beli serta serta skema pembiayaan.
Melihat kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan sepenuhnya pulih, pihak Astra mengungkapkan diversifikasi jadi salah satu strategi mereka.
“Seperti saya sampaikan di awal, Asuransi Astra selalu melakukan diversifikasi agar kami resilien ke depannya,” tegas Maximiliaan.
Penjualan Mobil 2025 Belum Tembus 1 Juta Unit
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) mobil adalah 833.692 unit.
Meskipun perlahan pulih, angka itu belum sepenuhnya sesuai harapan yakni satu juta unit.

Tertekannya konsumen di segmen menengah ke bawah memberikan dampak besar. Persentase kredit macet turut memperkeruh keadaan.
Imbas kredit macet, sejumlah perusahaan pembiayaan melakukan pengetatan persyaratan cicilan mobil.
Hasilnya, penjualan mobil mengalami tekanan akibat calon konsumen menunda pembelian sampai kondisi ekonomi bisa kembali membaik.