Makanan Enak Nggak Harus Bikin Gagal Diet, Ini Tips dari Ahli Gizi

tips diet sehat, tips diet aman, tips diet sehat dan aman, diet yang sehat seperti apa, diet tapi makan enak, Makanan Enak Nggak Harus Bikin Gagal Diet, Ini Tips dari Ahli Gizi, Pilih bahan makanan yang tepat, Fokus pada porsi dan kebutuhan tubuh, Atur porsi dan jadwal makan, Konsisten dengan gaya hidup sehat

Siapa bilang makan enak pasti bikin gemuk? Banyak orang menganggap makanan sehat itu hambar, tidak menggugah selera, dan identik dengan diet ketat.

Padahal, menurut ahli gizi, diet sehat justru bisa tetap dinikmati tanpa rasa tersiksa.

Kuncinya ada pada cara mengatur porsi dan memilih bahan makanan dengan bijak.

Ahli gizi RSUD Soeradji Tirtonegoro Klaten, Mawar Lestari, S.Gz, menjelaskan bahwa diet bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi lebih kepada mengatur pola makan agar tubuh mendapat asupan gizi seimbang.

“Banyak yang berpikir diet itu menyiksa, padahal sebenarnya tidak. Diet bukan soal membatasi makan, tapi bagaimana kita mengatur jumlah, jenis, dan jadwal makan sesuai kebutuhan tubuh,” ujar Mawar dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI bertema ‘Diet Nggak Harus Sengsara’, dikutip Minggu (12/10/2025).

Menurutnya, diet yang terlalu ketat justru dapat menimbulkan dampak negatif seperti mudah lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan berisiko gangguan metabolisme.

Karena itu, keseimbangan menjadi hal utama dalam menjalani pola makan sehat.

Tips diet seimbang

Pilih bahan makanan yang tepat

Mawar menyebut, makanan enak bisa tetap sehat jika diolah dengan cara yang benar.

Ia menekankan pentingnya memilih bahan segar dan memperhatikan metode memasak.

“Tidak semua makanan enak itu harus digoreng atau pakai banyak bumbu. Kita bisa memilih bahan yang lebih sehat, misalnya ikan, ayam tanpa kulit, dan sayur-mayur. Cara memasaknya bisa dikukus atau direbus,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan bumbu alami juga disarankan agar cita rasa tetap lezat tanpa menambah kalori berlebih.

“Gunakan rempah seperti bawang, jahe, atau serai. Itu bisa menambah aroma dan rasa tanpa perlu banyak garam atau penyedap,” tambahnya.

Fokus pada porsi dan kebutuhan tubuh

Mawar menjelaskan, setiap orang memiliki kebutuhan energi yang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan.

Maka itu, jumlah makanan yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Kalau ingin menurunkan berat badan, bukan berarti tidak boleh makan nasi. Porsinya saja yang disesuaikan. Kita tetap butuh karbohidrat sebagai sumber energi,” katanya.

Atur porsi dan jadwal makan

Ia juga mengingatkan agar tidak melewatkan waktu makan karena dapat menyebabkan rasa lapar berlebih yang akhirnya memicu makan berlebihan.

“Isi piring harus seimbang. Ada sumber karbohidrat, lauk hewani dan nabati, sayur, serta buah. Jangan hanya fokus pada satu jenis makanan saja,” ujarnya.

Ia menyarankan untuk tetap makan tiga kali sehari dengan dua kali selingan, tetapi dalam porsi yang terukur.

“Kalau ingin menurunkan berat badan, bukan berarti harus melewatkan makan. Justru tubuh butuh energi agar metabolisme tetap baik. Yang penting, porsi dan jenisnya disesuaikan,” katanya.

Konsisten dengan gaya hidup sehat

Menurut Mawar, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan dari makanan, tapi juga dari kebiasaan sehari-hari. Aktivitas fisik, cukup tidur, dan menjaga kesehatan mental ikut berpengaruh.

“Kalau hanya mengandalkan makanan tapi pola hidupnya tidak dijaga, hasilnya tidak optimal. Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari sudah membantu menjaga berat badan ideal,” ujarnya

Mawar menyebut bahwa diet seharusnya membuat tubuh lebih sehat, bukan tersiksa.

“Kita tetap bisa menikmati makanan yang enak asal tahu cara mengolahnya. Diet itu bukan pantangan, tapi pengaturan,” ungkapnya

“Nikmati prosesnya, jangan terburu-buru. Diet yang baik itu bisa dijalani jangka panjang,” tambahnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.