Simpan Kopi dalam Bentuk Biji agar Kesegarannya Tetap Terjaga
Pengusaha kopi sangrai Fugol Coffee Roaster, Jhon Richard Christhoper, membagikan tips penting bagi para pencinta kopi: simpan kopi dalam bentuk biji untuk menjaga kesegarannya.
Menurutnya, kopi yang tetap dalam bentuk biji memiliki cita rasa dan aroma yang lebih optimal dibandingkan kopi yang sudah digiling.
“Optimalnya kopi kalau dia selalu berada dalam bentuk biji, makanya kita selalu menyarankan orang beli grinder (penggiling kopi). Jadi, kesegarannya tetap terjaga,” ujar Jhon dilansir dari Antara (1/10/2024).
Jhon menjelaskan, biji kopi mengandung senyawa aromatik yang mudah menguap. Saat kopi digiling, sebagian besar senyawa tersebut mulai hilang, terutama jika bubuk kopi disimpan terlalu lama.
Inilah sebabnya mengapa kopi bubuk yang disimpan berhari-hari akan kehilangan aroma dan rasanya menjadi kurang segar.
“Kopi bubuk enggak akan lebih better rasanya daripada kopi biji yang fresh grind,” tambahnya.
Cara menjaga kualitas kopi bubuk
Untuk menjaga kualitas, Jhon menyarankan agar kopi bubuk disimpan di wadah yang tertutup rapat dan kedap udara. Dengan cara ini, kopi bubuk bisa bertahan selama dua hingga tiga bulan.
Sementara itu, biji kopi sangrai sebaiknya dikonsumsi dalam waktu sekitar satu bulan agar cita rasanya tetap maksimal.
Ilustrasi bubuk kopi, kopi bubuk.
Selain soal penyimpanan, Jhon juga memberikan panduan memilih tingkat sangrai (roast level) sesuai metode penyeduhan.
Untuk metode filter, seperti pour-over atau V60, pilihlah biji kopi dengan tingkat sangrai ringan hingga medium. Tingkat ini akan menonjolkan aroma dan rasa yang lebih kompleks.
Untuk espresso, gunakan biji kopi dengan sangrai medium hingga dark roast, yang memberikan rasa lebih pekat dan pahit khas kopi espresso.
Dengan memahami cara penyimpanan dan pemilihan tingkat sangrai yang tepat, para pecinta kopi bisa menikmati cita rasa terbaik dari setiap cangkir yang diseduh.