Ditopang Suku Cadang & Aksesori, BI Optimis Penjualan Eceran Mei 2026 Tetap Terjaga

Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan, kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 terjaga, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang sebesar 225,0.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, prakiraan indeks tersebut terkontraksi sebesar 3,2 persen secara year-on-year (yoy), sedikit lebih baik dari periode sebelumnya yang terkontraksi 3,7 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IPR Mei 2026 ditopang terutama oleh peningkatan penjualan secara tahunan, pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang lainnya," kata Ramdan dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.

Bursa suku cadang bekas di Sasak Panjang

Secara rinci, kelompok suku cadang dan aksesori diprakirakan tumbuh 16,6 persen (yoy), kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya tumbuh 1,8 persen (yoy), dan kelompok barang lainnya tumbuh 0,7 persen (yoy).

Sementara penjualan kelompok lainnya diprakirakan masih berada pada fase kontraksi, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh -4,0 persen (yoy); kelompok bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh -2,2 persen (yoy); serta kelompok peralatan informasi dan komunikasi tumbuh -17,5 persen (yoy).

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran diprakirakan membaik dari -11,6 persen secara month to month (mtm) pada April 2026, menjadi -0,9 persen (mtm) pada Mei 2026.

Perbaikan tersebut didorong oleh beberapa kelompok yang mengalami peningkatan antara lain kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 2,2 persen (mtm) dan 2,0 persen (mtm), meningkat dari sebelumnya berada di zona kontraksi dengan masing-masing tercatat sebesar -9,4 persen (mtm) dan -5,9 persen (mtm).

Perkembangan ini dipengaruhi oleh permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.

Mengenai realisasi pada April 2026, IPR tercatat sebesar 226,9. Kinerja tersebut didorong oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada kelompok suku cadang dan aksesori (tumbuh 14,7 persen (yoy) perlengkapan rumah tangga lainnya (tumbuh 0,6 persen (yoy), serta barang budaya dan rekreasi (tumbuh 0,7 persen (yoy).

Secara bulanan, penjualan eceran pada April 2026 tercatat terkontraksi sebesar 11,6 persen (mtm), sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode HBKN Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan relatif stabil, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Oktober 2026, diprakirakan meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 sebesar 175,8, relatif stabil dibandingkan IEH pada Juni 2026 sebesar 175,6.

Sementara itu, IEH Oktober 2026 diprakirakan sebesar 167,6, lebih tinggi dibandingkan IEH September 2026 sebesar 163,2 didorong oleh kenaikan harga bahan baku. (Ant).