Benarkah Baterai Mobil Listrik Mudah Terbakar? Ini Penjelasan Ahli

baterai, Benarkah Baterai Mobil Listrik Mudah Terbakar? Ini Penjelasan Ahli

- Kekhawatiran soal baterai mobil listrik yang mudah terbakar masih sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi, sejumlah kasus kebakaran kendaraan listrik di berbagai negara sempat menjadi perhatian publik.

Meski demikian, risiko kebakaran tidak serta-merta terjadi pada semua kendaraan listrik. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari jenis baterai yang digunakan hingga perawatan kendaraan itu sendiri.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, baterai yang lebih rentan mengalami kebakaran umumnya berasal dari jenis lithium tertentu yang mengalami kenaikan suhu berlebih atau overheat.

"Kalau misalnya baterai gampang terbakar, itu biasanya baterai jenis lithium (ion). Cuma balik lagi ke perawatan si pemakainya," kata Yogig, saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.

baterai, Benarkah Baterai Mobil Listrik Mudah Terbakar? Ini Penjelasan Ahli

Indikator suhu air radiator mobil menunjukkan overheat

Overheat Jadi Salah Satu Pemicu

Menurut Yogig, baterai lithium pada dasarnya tetap bisa memiliki usia pakai yang panjang apabila dirawat dengan baik. Sebaliknya, jika sistem pendukung baterai tidak mendapatkan perawatan rutin, risiko kenaikan suhu berlebih bisa meningkat.

Ia mencontohkan, cairan pendingin (coolant) yang tidak pernah diganti atau sistem pendingin kabin yang tidak dirawat dapat memengaruhi kemampuan baterai dalam menjaga suhu kerja ideal.

"Kalau coolant-nya tidak pernah diganti, atau sistem AC seperti freon dan oli AC tidak pernah diganti, terutama yang pakai baterai lithium, takutnya baterainya cepat overheat," kata Yogig.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena baterai yang terus bekerja dalam suhu tinggi berpotensi mengalami penurunan performa hingga kerusakan.

"Kalau baterai sudah overheat, ya amit-amit jangan sampai kebakaran," ujarnya.

Baterai LFP Diklaim Lebih Aman

Yogig menjelaskan, perkembangan teknologi baterai membuat tingkat keamanan kendaraan listrik saat ini semakin baik.

Salah satunya melalui penggunaan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang kini banyak digunakan pada mobil listrik modern.

Menurut dia, baterai jenis ini memiliki karakteristik yang lebih stabil dibandingkan baterai lithium generasi sebelumnya.

"Kalau tipe-tipe sekarang, baterai yang banyak dipakai itu LFP. Baterai ini sebenarnya tidak bisa terbakar," kata Yogig.

Ia mengatakan, baterai LFP bahkan telah melalui berbagai pengujian ekstrem untuk melihat ketahanannya terhadap benturan maupun kerusakan fisik.

"Ada yang diuji ditusuk atau dipukul berkali-kali, baterainya tidak terbakar. Paling mentok cuma mengeluarkan asap," ujar Yogig.

baterai, Benarkah Baterai Mobil Listrik Mudah Terbakar? Ini Penjelasan Ahli

Nail test baterai NMC dan LFP, dengan cara ditusuk memakai besi. Baterai NMC meledak dan terbakar, sedangkan baterai LFP aman.

Baterai Mobil Listrik Tetap Butuh Perawatan

Meski memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, Yogig menegaskan bahwa baterai LFP tetap membutuhkan perawatan agar usia pakainya sesuai dengan yang dijanjikan pabrikan.

Menurut dia, banyak pemilik kendaraan hanya fokus pada pengisian daya, tetapi melupakan komponen pendukung yang berperan menjaga suhu baterai tetap stabil.

Karena itu, baik kendaraan yang menggunakan baterai lithium maupun LFP tetap memerlukan perawatan berkala.

"Jadi mau baterai lithium atau LFP, tetap harus dilakukan perawatan supaya awet juga. Ini untuk meminimalkan risiko mobil terbakar karena masalah pada baterai," kata Yogig.

Dengan perawatan yang tepat, risiko overheat dapat ditekan dan performa baterai dapat tetap terjaga dalam jangka panjang. Selain menjaga keamanan kendaraan, langkah tersebut juga membantu mempertahankan usia pakai baterai sesuai standar pabrikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang