Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Ramadhan? Ini Aturannya Agar Tak Dehidrasi dan Ganggu Lambung
Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari rutinitas harian yang sulit dilepaskan. Namun, kapan waktu terbaik minum kopi saat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan seperti sekarang?
Pasalnya, ketika harus berpuasa selama satu bulan penuh, tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum yang cukup drastis. Scroll untuk info lebih lanjut...
Konsumsi kafein yang tidak tepat selama puasa dapat memicu rasa haus berlebihan, gangguan lambung, hingga sulit tidur. Sebab itu, memahami waktu yang tepat untuk minum kopi saat puasa Ramadhan sangat penting agar Anda tetap bisa menikmati kafein tanpa mengorbankan hidrasi dan kualitas ibadah.
Melansir dari Muslim Pro, Kamis, 19 Februari 2026, berikut penjelasan terkait waktu terbaik minum kopi selama bulan Ramadhan.
Minum kopi
1. Hindari minum kopi saat sahur
Banyak pakar kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi kopi saat sahur. Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika diminum sebelum mulai berpuasa, tubuh berpotensi kehilangan lebih banyak cairan di awal hari. Akibatnya, Anda bisa merasa lebih cepat haus dan lemas di siang hari. Selain itu, kopi dalam kondisi perut kosong juga dapat meningkatkan produksi asam lambung pada sebagian orang.
2. Jangan langsung minum kopi saat berbuka
Setelah berpuasa lebih dari 12 jam, tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan dan kadar gula darah menurun. Prioritaskan terlebih dahulu air putih dan makanan ringan seperti kurma untuk membantu rehidrasi dan menstabilkan gula darah. Minum kopi segera setelah adzan maghrib dalam keadaan perut kosong dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung, terutama bagi Anda yang sensitif terhadap asam lambung.
3. Waktu ideal, 30 hingga 60 menit setelah berbuka
Waktu yang lebih aman untuk minum kopi adalah sekitar 30 hingga 60 menit setelah berbuka. Pada fase ini, tubuh sudah mulai terhidrasi dan lambung telah menerima asupan makanan. Dengan begitu, risiko iritasi lambung menjadi lebih kecil. Anda tetap bisa menikmati secangkir kopi tanpa merasa perut perih atau mual.
4. Alternatif terbaik, setelah makan utama
Sebagian ahli juga menyarankan konsumsi kopi sekitar 1 hingga 2 jam setelah makan malam. Pada waktu ini, proses pencernaan sudah berjalan lebih stabil. Minum kopi setelah makan utama juga membantu mengurangi lonjakan asam lambung. Namun, pastikan jaraknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur agar kualitas istirahat Anda tidak terganggu.
5. Batasi jumlah kafein
Meski diminum pada waktu yang tepat, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Idealnya, cukup 1 hingga 2 cangkir per hari selama Ramadhan. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, hingga gangguan cairan tubuh. Jika Anda sensitif terhadap kafein, pertimbangkan memilih kopi rendah kafein atau mengurangi ukuran porsi.
6. Perhatikan respons tubuh Anda
Setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda. Jika setelah minum kopi Anda merasa lebih cepat haus, gelisah, atau sulit tidur, pertimbangkan untuk mengurangi frekuensinya. Tujuan utama selama puasa adalah menjaga tubuh tetap seimbang dan terhidrasi dengan baik.
Menentukan kapan minum kopi saat puasa Ramadhan bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga strategi menjaga kesehatan. Menghindari kopi saat sahur, tidak langsung meminumnya saat berbuka, serta membatasi jumlahnya, membuat Anda tetap bisa menikmati kafein tanpa mengganggu kondisi tubuh. Atur waktu dengan bijak agar puasa tetap lancar, tubuh terhidrasi, dan energi tetap terjaga sepanjang hari.