Olahraga Malam Bisa Bikin Susah Tidur? Ini Penjelasan Ahli
Banyak orang memilih berolahraga di malam hari karena kesibukan, tetapi waktu latihan yang kurang tepat justru bisa membuat sulit tidur.
Hubungan antara olahraga dan kualitas tidur ternyata tidak sesederhana membuat tubuh lelah lalu langsung tertidur.
Mengutip GQ (26/4/2026), para ahli menjelaskan bahwa waktu, intensitas, dan konsistensi latihan sangat menentukan apakah olahraga membantu tidur atau justru mengganggunya.
Profesor Kevin Morgan dari Loughborough University Clinical Sleep Research Unit mengatakan, latihan dengan intensitas tinggi menjelang tidur dapat membuat tubuh tetap “terjaga”.
“Atlet sering kali justru tidur lebih buruk, tubuh mereka masih aktif, otot terasa tegang, dan sistem saraf tetap terstimulasi,” kata Morgan.
Intensitas olahraga menentukan kualitas tidur
Morgan menjelaskan bahwa olahraga berat, seperti latihan intens atau lari jarak jauh, sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Ia menyebut tubuh membutuhkan waktu untuk menurunkan suhu dan kembali ke kondisi rileks setelah aktivitas fisik berat.
“Jika Anda berlari 10 kilometer, sebaiknya jangan dilakukan satu jam sebelum tidur karena tubuh butuh waktu untuk menenangkan diri,” ujarnya.
Sebaliknya, aktivitas ringan hingga sedang dinilai masih aman dilakukan pada malam hari.
Sistem saraf jadi penyebab sulit tidur
Ilustrasi insomnia. Olahraga memang menyehatkan, tetapi jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, justru bisa membuat tubuh tetap aktif dan sulit beristirahat.
Dokter spesialis tidur dan pernapasan di Guy’s and St Thomas’ NHS Trust London, Johan Meurling, menjelaskan bahwa olahraga dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik.
Sistem ini berperan dalam respons “lawan atau lari” yang membuat tubuh lebih waspada dan berenergi.
“Meskipun olahraga membuat tubuh lelah, stimulasi sistem saraf ini justru bisa menunda tidur atau menurunkan kualitas tidur,” kata Meurling.
Olahraga siang hari lebih mendukung tidur
Meurling menambahkan bahwa olahraga yang dilakukan pada siang atau sore hari justru lebih membantu kualitas tidur.
Aktivitas fisik pada waktu tersebut dapat meningkatkan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
“Olahraga membantu mengurangi kecemasan dan mendukung produksi melatonin yang penting untuk tidur,” ujarnya.
Konsistensi lebih penting dari waktu
Selain waktu dan intensitas, para ahli menekankan pentingnya konsistensi dalam berolahraga.
Dalam ilmu tidur, hal ini dikenal sebagai zeitgebers atau “penanda waktu” yang membantu tubuh mengenali kapan harus aktif dan kapan harus beristirahat.
Olahraga yang dilakukan secara rutin pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu mengatur ritme tubuh secara alami.
“Tidak ada satu waktu terbaik yang berlaku untuk semua orang, tetapi konsistensi akan membantu tubuh beradaptasi,” kata Morgan.
Kesimpulannya, olahraga tetap penting untuk kesehatan, tetapi memilih waktu dan intensitas yang tepat menjadi kunci agar tidak mengganggu kualitas tidur.
Menyesuaikan jenis latihan dengan kebutuhan tubuh dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan istirahat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang