Minum Kopi 2 Cangkir Sehari Bantu Turunkan Risiko Demensia, Ini Penelitiannya
Minum kopi dua sampai tiga cangkir sehari bantu menurunkan risiko demensia. Hal yang sama juga terjadi bila minum teh, menurut penelitian dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute of MIT and Harvard.
"Konsumsi kopi dan teh berkafein yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan fungsi kognitif yang sedikit lebih baik, dengan hubungan yang paling jelas terlihat pada tingkat konsumsi sedang," tulis para peneliti, dilansir dari jurnal JAMA, Jumat (17/4/2026).
Minum kopi dan teh bantu turunkan risiko demensia
Hasil studi selama lebih dari 40 tahun
Studi Harvard ungkap minum dua sampai cangkir kopi sehari bisa turunkan risiko demensia hingga 18 persen. Simak selengkapnya.
Penelitian ini melibatkan 131.821 peserta laki-laki dan perempuan, guna meneliti hubungan antara konsumsi kopi berkafein, teh berkafein, dan kopi tanpa kafein (decaffeinated) dengan risiko demensia dan kesehatan kognitif dari waktu ke waktu.
Para peneliti memantau data selama lebih dari 40 tahun, tepatnya dari tahun 1980 sampai 2023. Data diambil dari Nurses’ Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS).
Hasilnya menunjukkan, konsumsi kopi atau teh berkafein dalam jumlah sedang dapat mendukung kesehatan kognitif, dilansir dari SciTechDaily.
Manfaat ini bisa didapat dengan minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari. Jika kamu lebih suka teh, cukup minum satu sampai dua cangkir sehari untuk hasil serupa.
Penurunan risiko demensia hingga 18 persen
Studi Harvard ungkap minum dua sampai cangkir kopi sehari bisa turunkan risiko demensia hingga 18 persen. Simak selengkapnya.
Dari total peserta yang diteliti, terdapat sekitar 11.033 peserta yang akhirnya mengalami demensia.
Namun, ada perbedaan mencolok pada kelompok peminum kopi. Laki-laki dan perempuan yang mengonsumsi kopi berkafein dalam jumlah tinggi punya risiko demensia 18 persen lebih rendah.
Angka tersebut dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi.
Selain itu, peminum kopi juga melaporkan tingkat penurunan kognitif subyektif yang lebih rendah. Angkanya berada di level 7,8 persen dibandingkan 9,5 persen pada kelompok non-peminum.
Tes kognitif obyektif juga menunjukkan performa yang lebih baik pada mereka yang rutin minum kopi.
Studi Harvard ungkap minum dua sampai cangkir kopi sehari bisa turunkan risiko demensia hingga 18 persen. Simak selengkapnya.
"Meskipun hasil penelitian kami cukup menggembirakan, penting untuk diingat bahwa ukuran efeknya masih kecil dan ada banyak cara penting untuk melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia," kata penulis utama, sekaligus associate scientist dengan Channing Division of Network Medicine di Mass General Brigham Department of Medicine, Daniel Wang, MD, ScD.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi atau teh berkafein dapat menjadi salah satu bagian dari solusi tersebut," tambah dia.
Sebagai informasi, kopi dan teh mengandung senyawa aktif biologis seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini membantu melindungi otak dengan cara mengurangi peradangan.
Polifenol juga membantu membatasi kerusakan sel yang sering memicu penurunan fungsi otak. Kafein bekerja bersama senyawa ini untuk membantu menjaga memori tetap tajam seiring bertambahnya usia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang