Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan, Berikut Niat dan Tata Caranya

Gerhana bulan, Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan, Berikut Niat dan Tata Caranya

Gerhana bulan total menjadi fenomena langit yang akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam hari ini dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam Tanah Air melaksanakan shalat gerhana (khusuf al-qamar) saat terjadi Gerhana bulan total.

Pelaksanaan shalat gerhana dapat dilakukan sesuai dengan waktu terjadinya gerhana di masing-masing wilayah.

Bagi umat Islam, fenomena ini juga bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak doa dan ibadah, salah satunya adalah melaksanakan shalat gerhana.

Kapan waktu terbaik melakukan shalat gerhana?

Waktu terbaik melaksanakan sholat gerhana Bulan adalah dilakukan pada saat fenomena gerhana terjadi.

Menurut data perhitungan dari Lembaga Falakiyah dan BMKG, pada 3 Maret 2026 fase gerhana sebagian akan mulai sekitar pukul 16.49 WIB di wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB).

Sementara itu, fase total terjadinya gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 18.04–19.02 WIB di wilayah berbeda di seluruh Indonesia.

Sebab, Bulan belum terbit pada fase awal gerhana sebagian di beberapa wilayah, pelaksanaan shalat gerhana bisa dilakukan setelah salat Magrib ketika Bulan sudah tampak.

Seluruh gerhana berlangsung hingga sekitar pukul 20.17 WIB di wilayah barat Indonesia, sedangkan zona WITA dan WIT disesuaikan dengan fase tampak Bulan di atas cakrawala.

Niat shalat gerhana Bulan

Gerhana bulan, Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan, Berikut Niat dan Tata Caranya

Niat dan tata cara shalat gerhana.

Para ulama fikih menyepakati bahwa hukum shalat khusuf adalah sunnah muakkadah. Berikut bacaan niat shalat gerhana bulan:

أُصَلِّي سُنّةَ لِخُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَينِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushallī sunnata li khusūfil-qamari rak‘ataini imāman/ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata cara shalat Gerhana

Pelaksanaan shalat gerhana bulan berjumlah dua rakaat dengan dua kali rukuk di setiap rakaat, sehingga total terdapat empat kali rukuk.

Secara ringkas, berikut tata caranya shalat gerhana Bulan:

  1. Takbiratul ihram disertai niat dalam hati
  2. Membaca Al-Fatihah dan surat panjang
  3. Rukuk, kemudian bangkit membaca Al-Fatihah dan surat kembali
  4. Rukuk kedua, lalu i’tidal
  5. Sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua
  6. Melanjutkan rakaat kedua dengan pola yang sama
  7. Tahiyat akhir dan salam
  8. Mendengarkan dua khutbah yang berisi tausiyah serta anjuran memperbanyak istighfar dan sedekah

Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat ketaqwaan sekaligus mempererat solidaritas umat.

Sumber:

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Universitas Negeri Surabaya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang