Redam Konflik di Timteng, Presiden Prabowo dan Pemimpin Pakistan Disebut Bakal ke Teheran
Presiden RI Prabowo Subianto disebut berencana terbang ke Teheran, Iran bersama pemimpin Pakistan untuk meredam konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Rencana itu dibocorkan langsung oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie.
Jimly menuturkan, Prabowo ditelepon oleh pemimpin Iran untuk berkunjung ke Teheran demi menurunkan eskalasi konflik.
"Dan yang saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran," kata Jimly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
"Jadi bukan hanya Indonesia, artinya yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan. Lupa saya, Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," sambungnya.
Sementara itu, sebelumnya Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid mengatakan niat Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator konflik AS-Iran disambut baik oleh negara-negara di Timur Tengah.
"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran, untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
"Kemudian, langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE," sambungnya.
Nusron enggan bicara banyak soal rencana Prabowo menjadi mediator konflik AS-Iran. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.