Cara Membuat Cabai Lebih Pedas secara Alami, Tak Perlu Bahan Kimia

Terkadang buah dari tanaman cabai yang kita tanam di kebun dan pekarangan memiliki pedas yang kurang nendang.
Hal ini bukan karena varian cabai yang kita pilih salah, melainkan ada kekeliruan dari perawatan tanaman yang kita lakukan.
DIketahui, kepedasan cabai dipengaruhi oleh kandungan capsaicin, senyawa utama yang menentukan rasa “pedas” pada buah cabai.
Secara biologis, kadar capsaicin dapat berubah tergantung kondisi lingkungan dan perawatan tanaman, tidak hanya faktor genetik varietas yang dipilih.
Dengan pemahaman prinsip-prinsip pertumbuhan dan manajemen agronomi, petani dan pekebun bisa memaksimalkan potensi kepedasan buah cabai di kebun mereka.
Cara membuat cabai lebih pedas
Berikut cara yang bisa dilakukan pekebun rumahan untuk membuat cabai lebih pedas:
1. Stres terkontrol untuk meningkatkan capsaicin
Penelitian menunjukkan bahwa stres air (water stress), yaitu kondisi di mana tanaman menerima air lebih sedikit dari kebutuhan optimalnya, dapat memicu peningkatan kadar capsaicin dalam buah cabai.
Pada beberapa varietas, terutama varietas dengan kepedasan awal rendah, kekeringan ringan hingga moderat menyebabkan tanaman meningkatkan produksi capsaicinoid sebagai respons fisiologis terhadap stres lingkungan.
Dilansir dari Pubmed Central, penting dicatat bahwa stres yang terlalu parah bisa menurunkan kesehatan tanaman dan produksinya.
Artinya, teknik ini harus diaplikasikan dengan hati-hati, misalnya saat fase pembentukan buah, bukan sepanjang fase vegetatif atau awal pertumbuhan.
2. Atur penyiraman dan air
Seiring dengan temuan ilmiah bahwa variasi ketersediaan air memengaruhi metabolit sekunder tanaman seperti capsaicin, beberapa studi agronomi mencatat bahwa penyiraman yang terlalu sering atau berlebihan cenderung menurunkan konsentrasi capsaicin.
Sedangkan interval penyiraman yang diperpanjang (misalnya beberapa hari sekali) dapat meningkatkan kadar capsaicin.
Dilansir dari laman resmi UGM, hal ini berkaitan dengan bagaimana tanaman merespons kebutuhan airnya.
Ketika air terbatas, tanaman mengubah metabolisme sekunder termasuk biosintesis capsaicin untuk mempertahankan fungsi fisiologis tertentu.
3. Perhatikan nutrisi tanah dan unsur hara
Dilansir dari laman Hortikultura Pertanian, kualitas tanah serta ketersediaan nutrisi juga memengaruhi produksi capsaicin.
Walaupun fokus utama panduan budidaya dari Kementerian Pertanian adalah produktivitas dan mutu buah, prinsip umum tata kelola budidaya yang baik memberi ruang bagi pengecekan nutrisi dan manajemen air yang tepat untuk kualitas buah secara keseluruhan.
Beberapa praktik umum dalam budidaya cabai yang sesuai pedoman tersebut, seperti pemupukan dasar yang seimbang dan pengaturan pemeliharaan tanaman, turut mendukung kesehatan tanaman dan kemungkinan hasil capsaicin tinggi jika disesuaikan dengan kondisi lokal dan kebutuhan varietas.
Jadi kelola nutrisi dan pemupukan dengan baik untuk mendukung kesehatan tanaman secara keseluruhan agar cabai bisa lebih berkualitas dan lebih pedas.
4. Atur penerimaan cahaya matahari
Selain air dan nutrisi, faktor lingkungan seperti suhu dan intensitas cahaya juga berpengaruh pada sintesis capsaicinoid.
Perubahan suhu harian yang cukup tinggi serta cahaya matahari yang kuat selama fase pembentukan buah cenderung berkorelasi dengan konsentrasi capsaicin yang lebih tinggi, meskipun responsnya bisa bervariasi antar varietas.
Nah, itulah beberapa cara untuk membuat cabai lebih pedas secara alami.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang