IHSG Langsung Dibuka Anjlok 2,27 Persen usai Moody's Pangkas Peringkat Rating RI
IHSG dibuka melemah 183 poin atau 2,27 persen di level 7.920 pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Februari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi untuk melemah kembali hari ini, setelah Moody's downgrade rating Indonesia," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 6 Februari 2026.
IHSG
Pasar Asia-Pasifik turun pada Kamis kemarin karena aksi jual saham teknologi di Wall Street semakin intensif, dengan aset digital mata uang kripto juga melemah. Penurunan terbesar dicatatkan oleh saham Advanced Micro Devices (AMD), yang anjlok 17 persen setelah perkiraan kuartal pertama mengecewakan.
Saham Broadcom dan Micron Technology juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,8 persen dan 9,5 persen, sedangkan Bitcoin turun lebih dari 3 persen.
Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,9 persen karena perusahaan raksasa chip Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 3,3 persen dan 6,4 persen. Perusahaan lain yang mengalami penurunan terbesar yakni Hanwha Aerospace yang turun 7,3 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,9 persen dan Topix melemah tipis 0,1 persen. Perusahaan investasi SoftBank Group Corp turun hingga 7 persen, setelah penjualan perusahaan meleset dari perkiraan. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,4 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 0,14 persen.
"Support IHSG berada di level 7.900-8.030 sementara resist IHSG di rentang 8.150-8.200," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis kemarin, dengan Nasdaq terseret ke level terendah karena kerugian di Microsoft, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya.
Hal itu setelah Alphabet mengatakan dapat menggandakan pengeluaran modal untuk AI, dalam persaingan untuk mendominasi teknologi yang sedang berkembang. Saham Alphabet turun 0,55 persen setelah perusahaan mengatakan berencana menginvestasikan modal hingga US$185 miliar pada tahun 2026.
Indeks S&P 500 anjlok 1,23 persen, Nasdaq turun 1,59 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,20 persen.