IHSG Anjlok ke 7.559 saat Penutupan Pasar Usai MSCI Tahan Rebalancing Indeks RI
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 17,91 triliun dan volume transaksi harian sebesar Rp 433,36 juta. Jumlah ini merupakan akumulasi aktivitas transaksi yang dilakukan para investor sebanyak 2,71 juta kali.
Meski IHSG terkoreksi, mayoritas sektoral justru menghijau. Hanya sektor energi dan infrastruktur yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,02 persen dan 0,07 persen.
Sektor industri memimpin penguatan sebesar 2,58 persen, sektor bahan baku meningkat 2,33 persen dan sektor transportasi melambung 1,61 persen. Hasil positif lainnya dicetak sektor konsumen siklikal sebesar 1,54 persen, sektor teknologi naik 1,10 persen, sektor properti naik 1,05 persen, sektor konsumer non-siklikal melonjak 0,62 persen, dan sektor kesehatan naik 0,15 persen.
IHSG Ditutup Melemah
"Sentimen negatif terutama berasal dari pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital Index) yang masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026 meskipun otoritas bursa (BEI) sudah melakukan berbagai upaya untuk reformasi pasar modal Indonesia," ujar Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa, 21 April 2026,
Analis Phintraco Sekuritas menambhakna, MSCI masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru. Khususnya peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.
"Investor juga mengantisipasi MSCI akan menghapus saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Namun kekhawatiran terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia ke kategori Frontier Market diperkirakan mulai mereda," imbuh Analis Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat histogram MACD IHSG masih berada di area positif, meskipun mulai terjadi penyempitan dan Stochastic RSI masih berada di area overbought dan melanjutkan penurunan ke arah pivot. IHSG masih berada di atas level MA20, namun berada di bawah level MA5 serta sudah menutup gap down di 7527 dan masih bertahan di atas level 7500.
Di tengah harapan akan adanya solusi bagi konflik di Timur Tengah,
indeks di bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Selasa, 21 April 2026. Sementara itu, indeks di bursa Eropa dibuka di teritori positif, meskipun investor mencermati perkembangan menjelang berakhirnya batas waktu gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten di jajaran saham unggulan (LQ45) dengan lompatan harga tertinggi (top gainers) sepanjan sesi perdagangan hari ini antara lain:
Barito Pacific Tbk (BRPT)
Saham BRPT melonjak 7,48 persen atau 160 poin menjadi 2.300.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Saham GOTO membukukan kenaikan sebesar 5,66 persen atau 3 poin ke level 56.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Saham MAPI menyusul penguatan sebesar 4,38 persen atau 55 poin ke posisi 1.310.