Top 96+ Persen ASN Bandung Hadir di Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemkot Siapkan Skema WFH
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyebut tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026 tergolong tinggi. Dari total pegawai, sebanyak 96 persen telah kembali bekerja pada Rabu (25/3/2026).
Capaian ini menunjukkan tingkat kedisiplinan ASN yang dinilai cukup baik setelah melewati masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah daerah pun memastikan roda pemerintahan kembali berjalan normal.
Iskandar mengungkapkan bahwa sebagian besar pegawai telah hadir dan menjalankan tugasnya seperti biasa. Sementara itu, sisa pegawai yang belum hadir memiliki alasan yang jelas.
“Pegawai yang masuk hari ini sekitar 96 persen. Sisanya 4 persen itu karena cuti dan sakit. Tidak ada yang tanpa keterangan,” katanya dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran disiplin berupa ketidakhadiran tanpa alasan pada hari pertama kerja tersebut.
Bagaimana aturan kerja untuk layanan publik?
Iskandar menegaskan bahwa untuk sektor pelayanan publik, tidak diperkenankan adanya sistem kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA). Seluruh petugas layanan wajib hadir secara langsung.
“Kalau pelayanan itu tidak boleh ada yang WFA. Harus 100 persen masuk, kecuali yang di back office atau yang berbasis aplikasi digital,” katanya.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan optimal tanpa gangguan, terutama setelah masa libur panjang.
Dengan kehadiran penuh petugas layanan, diharapkan seluruh kebutuhan administrasi masyarakat dapat dilayani secara cepat dan efisien.
Bagaimana perkembangan wacana WFH bagi ASN?
Selain membahas kehadiran ASN, Iskandar juga menyinggung wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN setelah Idul Fitri. Namun, kebijakan ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa informasi terkait WFH baru disampaikan secara verbal, sehingga belum dapat langsung diterapkan.
“Kami sudah persiapkan. Tinggal nanti kami sesuaikan dengan aturan dari pusat,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan berbagai skema kerja sebagai langkah antisipasi apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
Apa potensi dampak WFH bagi sektor pariwisata?
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penerapan WFH pada hari Jumat. Menurut Iskandar, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Kota Bandung.
“Kalau misalnya hari Jumat itu WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif,” katanya.
Sebagai salah satu destinasi wisata utama, Bandung dinilai memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kebijakan tersebut guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Iskandar menambahkan bahwa peningkatan kunjungan wisata akan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
“Kota Bandung kan salah satu sumber pendapatannya dari wisata. Kalau kunjungan meningkat, tentu akan menguntungkan kami," katanya.
Meski memiliki potensi positif, penerapan WFH tetap harus memperhatikan kualitas pelayanan publik. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.
Pemkot Bandung juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hari pelaksanaan WFH apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi.
“Ya kita lihat nanti apakah Jumat, Senin, atau Selasa. Kita akan evaluasi sesuai kebutuhan,” ujar Iskandar.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tingkat Kehadiran ASN Kota Bandung di Hari Pertama Masuk Pascalibur Panjang 96 Persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang