Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.732 per Rabu, 19 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 28 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.760 pada perdagangan per Selasa, 18 November 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 20 November 2025 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.745 per dolar AS. Posisi itu melemah 37 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.708 per dolar AS.
Sesuai ekspektasi pasar, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan alias BI-Rate pada 4,75 persen. Selain itu, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.
Ilustrasi uang rupiah
Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1 persen. Hal itu sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, BI akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate.
Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga sebanyak lima kali, masing-masing 25 bps pada Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September. Total pemangkasan mencapai 125 bps, dari 6,00 persen di akhir 2024 menjadi 4,75 persen saat ini.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.700 - Rp 16.750," ujarnya.
Rupiah melemah terhadap dolar AS.
Sebagai informasi, para pejabat The Federal Reserve alias The Fed baru-baru ini mengisyaratkan kehati-hatian terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut. Inflasi tetap tinggi, dan pertumbuhan ekonomi tetap tangguh, sehingga pasar hanya memperkirakan peluang moderat untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Menambah ketidakpastian pasar, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, dirinya telah memutuskan pilihan yang disukainya untuk ketua The Fed berikutnya dan mungkin akan segera mengumumkannya. Meskipun masa jabatan ketua saat ini, Jerome Powell, baru akan berakhir Mei 2026, spekulasi tentang calon baru telah meresahkan investor yang khawatir tentang independensi bank sentral.