IHSG Naik 2,75 Persen saat Harga Minyak Rontok, Ini 3 Saham Top Gainers LQ45
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 25,87 triliun dengan volume transaksi sebesar 384,16 juta. Sementara itu, total perdagangan sebanyak 2,13 juta transaksi.
Mayoritas sektor saham mencetak hasil positif dipimpin sektor industri sebesar 5,98 persen. Sedangkan sektor bahan baku melemah 0,17 persen dan sektor kesehatan merosot 0,12 persen.
Sektor energi menguat 5,15 persen, sektor konsumer siklikal naik 3,84 persen dan sektor transportasi melonjak 3,30 persen. Penguatan juga dicatatkan sektor infrastruktur sebesar 3,45 persen, sektor konsumer non-siklikal naik 2,31 persen, sektor teknologi meningkat 1,33 persen, sektor properti melejit 0,92 persen, dan sektor keuangan naik 0,71 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengungkap, faktor positif berasal dari penguatan indeks bursa Asia dan koreksi harga minyak dunia setelah diberitakan Amerika Serikat (AS) berupaya menurunkan ketegangan konflik dengan Iran. Pemerintah AS dikabarkan telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Iran melalui Pakistan meliputi pembatasan ketat program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Meskipun tidak jelas apakah proposal tersebut telah sampai di kalangan pejabat Iran dan apakah Israel akan mendukung rencana AS tersebut. Namun laporan itu sudah mendorong koreksi harga minyak dunia," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 5 persen ke level US$87 per barel. Senasib, minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 6 persen di level US$98 per barel hingga Rabu sore ini.
Sementara secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area overbought. IHSG juga ditutup di atas MA5 disertai kenaikan volume beli.
Dari sisi domestik, faktor pendorong berasal dari Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp 80 triliun. Selain itu Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harian sebagai langkah efisiensi berpotensi menghemat sekitar Rp40 triliun.
"Ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo untuk keputusan final," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Seiring kinclongnya IHSG, sejumlah emiten ikut membukukan hasil positif. Berikut tiga saham yang berhasil mencetak lompatan harga tertinggi (top gainers) di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45.
Astra International Tbk (ASII)
Saham ASII melonjak dua digit sebesar 13,79 persen atau 800 persen hingga terbang ke area 6.600.
Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI menyusul kenaikan sebesar 9,71 persen atau 20 poin menjadi 226.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)
Saham PTBA menguat 8,59 persen atau 250 poin dan ditutup pada level 3.160.