Di WEF 2026 Davos, Presiden Prabowo Bakal Bicara soal 'Prabowonomics'
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam acara tersebut, Prabowo akan menyampaikan paparan mengenai konsep ekonomi yang disebut dengan 'Prabowonomics'.
Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya saat ditanya mengenai agenda Presiden Prabowo di WEF 2026 Davos. Dia menyebut Prabowo akan menjadi pembicara dan memaparkan sejumlah konsep ekonomi yang telah dipikirkan dan diterapkan.
"Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan selama beliau sebelum menjadi presiden dan sejak menjadi presiden hingga sekarang," kata Seskab Teddy di Bandar Udara London Stansted, Inggris.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga akan membahas mengenai capaian-capaian yang telah diraih Pemerintah dalam satu tahun masa pemerintahan.
Seskab Teddy menjelaskan, konsep ekonomi yang akan disampaikan Kepala Negara dalam forum tersebut disebut sebagai "Prabowonomics".
"Dan itu beliau sebut dengan 'Prabowonomics'," tutur Seskab Teddy.
Seskab Teddy menambahkan WEF di Davos tahun ini dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 pimpinan perusahaan besar dunia.
Dia mengungkapkan Presiden Prabowo juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara lain pada forum tersebut.
"Tentunya ada (pertemuan dengan pemimpin negara lain), nanti akan kita konfirmasi setelah sampai di sana," ucapnya.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir ke acara WEF di Kota Davos, Swiss. Presiden Republik Indonesia sudah 10 tahun absen dari ajang WEF, yang mana presiden yang hadir pertama kali adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan berpidato pada 2011 tentang ekonomi hijau atau ramah lingkungan.
Pada WEF edisi kali ini Presiden Prabowo bersama CEO Danantara Rosan Roeslani beserta sejumlah menteri, antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, berencana akan hadir.
Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan mengusung tema "A Spirit of Dialogue". (Ant)