Mencuci Beras di Panci Rice Cooker Mengancam Kesehatan, Profesor Ungkap Dampaknya

rice cooker, mencuci beras, panci rice cooker, Mencuci Beras di Panci Rice Cooker Mengancam Kesehatan, Profesor Ungkap Dampaknya

Banyak orang memilih cara praktis memasak nasi, yaitu dengan menggunakan rice cooker.

Kemudian saat akan menanak nasi menggunakan rice cooker, banyak orang akan memilih langkah praktis berikutnya, yaitu mencuci beras langsung di panci rice cooker.

Tak banyak orang tahu, kebiasaan ini bisa berbuntut panjang, memicu berbagai masalah kesehatan.

Para ahli mengatakan, jika lapisan panci bagian dalam terkelupas dan ikut larut di dalam beras dan terkonsumsi manusia, di mana hal ini terjadi terus-menerus, maka dapat memicu kerusakan ginjal dan demensia. 

Bahaya mencuci beras di panci rice cooker

Mencuci beras langsung di dalam panci rice cooker memang memudahkan. Kita tak perlu berganti wadah dari proses mencuci hingga proses memasak.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan yang tampak sepele ini dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal hingga demensia.

“Jika lapisan panci dalam mengelupas, aluminium akan terekspos. Risiko ikut tertelan bersama nasi,” ujar Kang Sangwook, profesor di Departemen Teknik Energi Kimia Universitas Sangmyung, dilansir dari Asia Business Daily (21/10/2025).

“Ketika beras dicuci langsung di panci dalam, lapisannya bisa tergores dan mengelupas. Jika panci tersebut dilapisi aluminium, maka aluminium akan terekspos begitu lapisannya hilang,” sambungnya.

Pada beberapa orang, aluminium yang tertelan bisa dikeluarkan melalui filter ginjal.

Namun jika fungsi ginjal terganggu, aluminium akan beredar di dalam tubuh dan perlahan menumpuk.

Jika aluminium banyak menumpuk di bagian otak, penelitian terbaru menyatakan bahwa hal ini bisa meningkatkan risiko kejadian demensia.

Meski biasanya panci dalam rice cooker dilapisi fluororesin (teflon) atau bahan sejenis agar nasi tidak lengket, namun mencuci beras di dalamnya dapat menyebabkan butiran beras menggores permukaan, sehingga lapisan lebih mudah rusak.

Dalam proses ini, bagian logam yang terekspos lebih mudah larut ke dalam makanan akibat suhu tinggi saat memasak nasi.

Dampak buruk aluminium pada tubuh

Dampak buruk aluminium terhadap tubuh manusia telah berulang kali disoroti dalam dunia akademik.

Dr. Virginie Rondeau dari Institut Nasional Kesehatan dan Penelitian Medis Perancis memperingatkan bahwa asupan aluminium harian yang melebihi 0,1 mg dapat menyebabkan gangguan kognitif.

Selain itu, peneliti dari Universitas Keele, Inggris, juga melaporkan bahwa konsentrasi aluminium yang tinggi terdeteksi pada 42 persen pasien Alzheimer familial.

Dengan kata lain, meskipun hanya dalam jumlah sangat kecil, aluminium yang terakumulasi dalam jangka panjang berpotensi berdampak buruk pada sistem saraf.

Waspadai tanda kemerahan pada panci rice cooker

Meski belakangan panci rice cooker berlapis stainless steel, bukan aluminium, namun hal itu juga bukan jaminan keamanan.

“Jika lapisannya mengelupas, maka yang terekspos adalah stainless steel itu sendiri. Stainless steel juga tidak kebal terhadap korosi selamanya,” ujar Profesor Kang.

“Pada produk stainless steel, terkadang muncul warna kemerahan yang menandakan korosi. Jika memasak dalam kondisi seperti itu, nikel dan kromium bisa larut. Mencuci beras langsung di panci rice cooker adalah cara tercepat membuat lapisannya mengelupas,” ujarnya.

Selain itu, jika panci dikeringkan dan masih ada sisa nasi atau residu di dalamnya, korosi akan berlangsung lebih cepat.

"Saya merekomendasikan untuk membersihkan dan mengeringkan panci secara menyeluruh setelah digunakan, dan jika terlihat perubahan warna kemerahan, segera ganti tanpa ragu!”

Ia menekankan, saat membersihkan panci rice cooker, gunakan spons atau jaring microfiber, bukan sabut kawat.

Kemudian saat menyendok nasi, gunakan centong khusus, bukan sendok logam.

"Jika panci dikeringkan sementara masih ada sisa nasi di dalamnya, korosi akan semakin cepat, sehingga penting memastikan panci benar-benar bersih dan kering setiap selesai digunakan,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang