BERITA FOTO: Penampakan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya meningkatkan kesejahteraan tukang becak lanjut usia melalui program becak listrik.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong keadilan sosial dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Dalam acara Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (2/11/2024), Prabowo menyampaikan bahwa pembagian becak listrik akan dilakukan secara bertahap dan memprioritaskan tukang becak berusia lanjut.
“Becak listrik ini akan kita bagikan bertahap, saya kira sudah hampir 1.000 yang kita bangun, yang kita bagikan. Mungkin kita akan bagikan 1000 lagi terus,” kata Prabowo.
Produksi becak listrik
BECAK LISTRIK: Pengemudi bersiap mengendarai becak listrik saat penyerahan bantuan becak listrik di Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/12/2025). Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan sebanyak 100 becak listrik bantuan kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto kepada pengemudi becak lanjut usia di Magelang.Ia menjelaskan, pemerintah telah menggandeng PT LEN Industri (Persero) dalam proses produksi becak listrik tersebut.
Menurut Prabowo, prioritas utama penerima bantuan adalah tukang becak berusia di atas 60 tahun yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik.
“Dan kita prioritaskan kepada warga negara yang masih harus menarik becak yang usianya di atas 60 (tahun), kita prioritaskan diberi becak listrik supaya dia fisiknya tidak (capek),” ucap Prabowo.
BECAK LISTRIK: Petugas memandu pengemudi becak lansia yang berlatih mengendarai becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 200 pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas mengikuti pelatihan tersebut sebelum menerima unit kendaraan roda tiga bantuan Presiden melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja pengemudi becak di tengah tantangan ekonomi.Prabowo menegaskan, program ini sejalan dengan visinya agar Indonesia tidak terus berada di posisi negara papan bawah.
Ia ingin Indonesia tumbuh sebagai bangsa yang makmur dan sejajar dengan negara maju.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen yang tergabung dalam GSN untuk tetap bersatu dan bekerja bersama demi tujuan tersebut.
“Mari kita kumpulkan semua daya kekuatan kita untuk mencapai yang kita cita-citakan, agar bangsa Indonesia berdiri tegak, terhormat, dihormati karena rakyatnya sejahtera, dihormati karena kita negara makmur, dihormati karena kita bisa memberi keadilan bagi seluruh rakyat kita,” tutur Prabowo.
Komitmen penggunaan teknologi listrik
BECAK LISTRIK: Petugas memandu pengemudi becak lansia yang berlatih mengendarai becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 200 pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas mengikuti pelatihan tersebut sebelum menerima unit kendaraan roda tiga bantuan Presiden melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja pengemudi becak di tengah tantangan ekonomi.
Komitmen penggunaan teknologi listrik pada moda transportasi tradisional juga ditegaskan Prabowo dalam kesempatan lain.
Saat peluncuran interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025), Prabowo menyampaikan rencana besar konversi becak di seluruh Indonesia.
“Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik,” kata Prabowo.
Pengemudi becak usia lanjut
BECAK LISTRIK: Sejumlah pengemudi becak lansia mengikuti pelatihan mengendarai becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Pendopo Kabupaten Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 200 pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas mengikuti pelatihan tersebut sebelum menerima unit kendaraan roda tiga bantuan Presiden melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja pengemudi becak di tengah tantangan ekonomi.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada pengemudi becak yang berusia sangat lanjut.
Ia meminta jajaran menteri menyiapkan perencanaan matang agar kebijakan tersebut dapat diwujudkan.
“Enggak boleh lagi ada pengemudi becak usianya di atas 70 tahun. Nanti tolong para menteri pikirkan rencana bagaimana pokoknya Indonesia akan bangkit bersama-sama,” ucap dia.
Realisasi program becak listrik di daerah
BECAK LISTRIK: Pengemudi merapikan becak miliknya yang diparkir saat acara Serah Terima Becak Listrik di Balai Kota, Solo, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Pemerintah Kota Solo menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo kepada penarik becak sebagai upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis transportasi ramah lingkungan.
Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan bermotor buatan dalam negeri, baik roda dua maupun roda empat, jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama.
“Insya Allah akan jadi negara yang hebat, kita akan punya mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri,” ucap dia.
Program becak listrik diketahui telah direalisasikan di berbagai daerah.
Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebanyak 140 tukang becak kayuh menerima bantuan serupa.
Sementara itu, di Indramayu, Jawa Barat, pemerintah menyalurkan 100 unit becak listrik. Secara nasional, pemerintah menargetkan distribusi 10.000 unit becak listrik bagi tukang becak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari percepatan pengentasan kemiskinan.
Dampak positif keberadaan becak listrik
Petugas menata becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di kantor UPT Transportasi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2025). Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo akan didistribusikan untuk penarik becak berusia 55 tahun ke atas di Kota Solo, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan dan mendukung pariwisata.
Dampak positif program ini turut disampaikan Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang.
Ia menilai becak listrik terbukti meningkatkan produktivitas dan pendapatan para tukang becak lansia.
“Dengan becak listrik, mereka tidak lagi mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh. Jangkauan penumpang menjadi lebih luas dan mereka bisa bekerja lebih lama tanpa kelelahan,” ujar Nanik saat penyerahan bantuan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (24/12/2025).
Meringankan beban fisik tukang becak
Sejumlah tukang becak mengendarai becak listrik di Jalan Pemuda, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (28/12/2025)
Menurut Nanik, di sejumlah daerah pendapatan tukang becak penerima bantuan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Di Kabupaten Purworejo, sebanyak 200 tukang becak lansia menerima becak listrik yang seluruhnya berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.
“Pernah muncul wacana pemberian modal usaha, tetapi itu tidak mudah. Mayoritas tukang becak ini sudah membecak seumur hidup, tidak punya lahan, dan sulit beralih profesi. Yang mereka butuhkan adalah alat kerja yang lebih manusiawi,” jelasnya.
Selain meringankan beban fisik, kepemilikan becak listrik juga mengakhiri ketergantungan tukang becak pada sistem sewa harian.
Becak tersebut sepenuhnya menjadi milik penerima bantuan.
Prosesi pemberian becak listrik di Kabupaten Purworejo
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang