Umrah usai Terbitkan Surat Tak Sanggup Tangani Bencana, Bupati Aceh Selatan: Kondisi di Sana Sudah Membaik

Bupati Aceh Selatan Mirwan bersama istri pergi umrah di tengah bencana
Bupati Aceh Selatan Mirwan bersama istri pergi umrah di tengah bencana

 Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, tengah menjadi sorotan setelah fotonya sedang mengenakan pakaian ihram di Tanah Suci Mekah, viral di media sosial. 

Potret tersebut menjadi sorotan di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 11 kecamatan di Aceh Selatan.

Dalam foto yang diunggah salah satu akun Instagram agen travel umroh, tampak Miswan didampingi istrinya sedang berpose di Arab Saudi, lengkap dengan keterangan bahwa perjalanan tersebut bertepatan dengan ulang tahun sang istri.

Bupati Aceh Selatan Mirwan bersama istri pergi umrah di tengah bencana

Polemik semakin besar mengingat sebelumnya Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menandatangani surat resmi bernomor 360/1315/2025 yang menyatakan tidak sanggup menangani kondisi bencana tanpa dukungan pemerintah provinsi. 

Surat tersebut merinci beratnya dampak banjir dan longsor yang melanda 11 kecamatan, mulai dari akses transportasi terputus, kerusakan jalan, hingga lumpuhnya sejumlah layanan publik dan ekonomi. Gangguan pada jaringan sanitasi, irigasi, serta fasilitas kesehatan juga menjadi bagian dari laporan tersebut.

Di tengah kritik yang semakin tajam, Mirwan MS akhirnya memberikan penjelasan melalui media sosial pada Jumat 5 Desember 2025. Ia menyebut bahwa dirinya telah turun langsung meninjau lokasi banjir empat hari sebelum keberangkatan. Menurut penilaiannya, kondisi di Trumon saat itu sudah jauh lebih baik. 

“Alhamdulillah, empat hari lalu saya turun langsung ke lokasi banjir di Trumon. Keadaan sudah lebih baik dan tidak separah daerah lain. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulisnya.

Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan publik masih terus berlangsung. Banyak yang menilai waktu keberangkatan tetap tidak tepat mengingat situasi darurat belum sepenuhnya tertangani.