Profil Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, Dicopot Gerindra Usai Umrah Saat Wilayahnya Banjir
Partai Gerindra resmi mencopot Mirwan MS dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Mirwan yang saat ini menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan dicopot setelah Gerindra menilai keputusannya berangkat umrah ketika wilayahnya sedang dilanda banjir dan tanah longsor tidak tepat.
Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan keputusan Bupati Aceh Selatan umrah.
“Tadi saya dilaporkan mengenai bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” ujarnya dikutip dari , Jumat (5/12/2025).
“Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” tambahnya.
Profil Mirwan MS
Dikutip dari Serambinews, Rabu (30/4/2025), Mirwan saat ini menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan periode 2025–2029.
Jauh sebelum menjadi bupati, Mirwan pernah menempuh pendidikan di SDN 1 Peulumat (1983–1989), SMP Labuhanhaji Timur (1989–1992), dan STMN 1 Banda Aceh (1992–1995).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Program S-1 Ekonomi di STIE ISM (2010–2014) dan menyelesaikan pendidikan S-2 Ilmu Politik di Unnas (2020–2021).
Dalam perjalanan kariernya, Mirwan pernah bekerja di sejumlah perusahaan.
Ia tercatat sebagai Pelaksana Husni Utama Grup pada 1995–1997, Pelaksana PT Alfindo Jaya Abadi Jakarta pada 1989–1999, dan Pengawas PT Lampiri Jakarta Utara pada 1999–2021.
Kariernya berlanjut sebagai Direktur PT Ariesta (2002–2011) dan Direktur PT Fesindo Putra Mandiri (2011–2014).
Ia juga menjabat sebagai Direktur PT Ariesta Motor (Showroom) sejak 2010 dan Komisaris PT Ariesta Aldundo Venturer sejak 2011.
Di luar pekerjaan profesionalnya, Mirwan juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. I
a pernah memimpin Kamomat pada 2004–2006 dan menjadi penasehat di Yayasan Panti Asuhan Payung Agung pada 2013–2016.
Selain itu, ia turut menjadi pembina di sejumlah lembaga, seperti Yayasan Panti Asuhan Mizan pada 2013–2023 dan Yayasan Panti Asuhan YPI pada 2019–2023.
Keterlibatannya berlanjut sebagai pembina PEPPAS–Jakarta untuk periode 2022–2025 serta Dewan Penasehat PM LATIM pada 2019–2023.
Mirwan juga aktif sebagai pembina IKAMAS Jakarta untuk periode 2023–2028.
Harta Kekayaan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS
Mirwan yang dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra memiliki kekayaan senilai Rp 25.958.970.622.
Jumlah tersebut sesuai dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia laporkan ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan pada 1 Oktober 2024.
Kekayaan Mirwan terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, serta harta lainnya.
Berikut rincian harta kekayaan Bupati Aceh Selatan Mirwan:
1. Tanah dan bangunan:
- Tanah dan bangunan seluas 95 m2/172 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 1.450.000.000.
- Tanah seluas 579 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 868.500.000.
- Tanah dan bangunan seluas 517 m2/312 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 13.000.000.000.
- Tanah seluas 4.283 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 564.055.000.
- Tanah dan bangunan seluas 769 m2/769 m2 di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 6.000.000.000.
2. Alat transportasi dan mesin:
- Mobil Toyota Fortuner tahun 2017, hasil sendiri: Rp 435.000.000
- Mobil Daihatsu pick up tahun 2014, hasil sendiri: Rp 72.000.000
- Komatsu Hydraulic Excavator PC 200-6 tahun 2007, hasil sendiri: Rp 450.000.000
- Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE 74 tahun 2008, hasil sendiri: Rp 185.000.000
- Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE SHD tahun 2009, hasil sendiri: Rp 195.000.000
- Komatsu Excavator VC 200/5 tahun 2004, hasil sendiri: Rp 260.000.000
- Mobil Toyota Fortuner VRZ 4X2 tahun 2021, hasil sendiri: Rp 450.000.000
- Mobil Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
- Mobil, Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
- Mobil Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
- Mobil Toyota Camry 2.5V AT tahun 2019, hasil sendiri: Rp 400.000.000.
3. Harta lainnya:
- Harta bergerak lainnya: Rp 321.400.000
- Kas dan setara kas: Rp 223.015.622
- Harta lainnya: Rp 710.000.000.
- 4. Hutang:
- Hutang: Rp 225.000.000.