KSMI Gelar Liga Nusantara Perdana, Pintu Menuju Piala Dunia Mini Football 2026

KONI, World Cup 2026, sepak bola mini, Liga Nusantara, Sepak Bola Mini, KSMI Gelar Liga Nusantara Perdana, Pintu Menuju Piala Dunia Mini Football 2026

Komite Sepak bola Mini Indonesia (KSMI) resmi memulai langkah besar melalui penyelenggaraan Liga Nusantara (Linus) KSMI 2025, kompetisi nasional pertama yang digelar sejak organisasi ini berdiri pada 19 Februari 2025 lalu.

Perhelatan akbar ini berlangsung di Lapangan Thor Surabaya, Jawa Timur, mulai 22–28 November 2025 mendatang, memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat.

Linus hadir sebagai momentum penting bagi perkembangan mini soccer di Indonesia. Event perdana ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga bagian dari persiapan jangka panjang menuju Mini Football World Cup 2026.

Jawa Timur Dipilih Setelah Asesmen Panjang

Ketua Umum KSMI, Dr. Ir. Yan Mulia Abidin, menegaskan bahwa pemilihan Jawa Timur sebagai tuan rumah perdana bukan keputusan instan, melainkan hasil asesmen menyeluruh.

“Siapa yang siap kan? Kan tidak serta-merta kita tunjuk. Prosesnya cukup panjang,” kata pria yang biasa disapa Yan itu kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

"Jawa Timur yang saya anggap mumpuni. Makanya saya memutuskan untuk tuan rumah Jawa Timur."

Meskipun organisasi ini masih seumur jagung namun sudah melalui sejumlah tahapan penting, termasuk pengakuan dari federasi internasional.

“KSMI sendiri baru berdiri 19 Februari kemarin, tapi alhamdulillah kita sudah melewati beberapa tahapan, internasionalnya juga sudah,” imbuhnya.

Linus juga diharapkan menjadi laboratorium kompetitif untuk menemukan bibit-bibit nasional.

“Kita berharap Linus ini menjadi ajang persiapan bibit-bibit unggul untuk sepak bola mini ke depan. Namun sekali lagi, kita di Februari besok ditunjuk oleh International Mini Federation sebagai tuan rumah Asia Champion kedua,” ujar Yan Mulia.

Sebagai tuan rumah kompetisi pertama, ia ingin masyarakat memahami bahwa penyelenggaraan memiliki ruang evaluasi.

“Saya berharap walaupun pertama kali pasti banyak kekurangan. Saya tidak berharap 100 persen, 80 persen itu sudah hebat. Kami di pusat tidak berharap ini 100 persen rapi dan bagus. 80–90 persen jadi pun sudah luar biasa. Kita tidak usah muluk-muluk lah,” sambungnya.

Kebanggaan untuk Jawa Timur

Sementara itu Ketua KSMI Jawa Timur, Johny Hartono, menyebut penunjukan Kota Surabaya sebagai kehormatan besar bagi daerahnya. Ia berharap gelaran ini menjadi tonggak sejarah perkembangan mini soccer di Indonesia.

“Merupakan kebanggaan bagi kami Jawa Timur. Saya ditunjuk oleh Pak Ketua Umum Pusat sebagai acara perdana untuk skala nasional. Semoga kali ini dapat luar biasa dan berhasil dan sukses. Mohon doa dan dukungannya,” tutur pria yang biasa disapa Johny.

“Mini soccer ini di posisinya atasnya futsal, tengah-tengah, dibawahnya sepak bola biasa. Ini mungkin merupakan jantung daripada sepak bola,” sambungnya.

Menurutnya, mini soccer memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain muda.

Secara teknis, mini soccer dimainkan di lapangan berukuran 35x40 meter, berbeda dari lapangan sepak bola standar yang berukuran 50x60 meter.

“Teman-teman yang tidak bisa prestasi di sepak bola secara profesional mungkin bisa di sepak bola mini. Dari bibit di sepak bola mini kita bisa masuk ke sepak bola yang profesional. Jadi ini ajang untuk prestasi,” tambahnya.

Indonesia Tuan Rumah Asian Championship 2026

Sementara itu kehadiran Khaled El Hadeed, Vice President IMF Federation, semakin menegaskan bahwa Indonesia kini diperhitungkan dalam peta mini football Asia. Ia menyebut hubungan IMF dengan KSMI sebagai kerja sama yang berkembang pesat.

“Pada Februari, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Championship. Bukan negara lain,” kata pria asal Jordan itu.

“Pemutusan ini menunjukkan hubungan yang luar biasa antara IMF dan Komite Minifootball Indonesia,” sambungnya.

Untuk itu mengungkapkan rencana jangka panjang IMF untuk Indonesia, sebagai tuan rumah Asian Championship 2026 setidaknya 16 negara dijadwalkan ikut serta.

“IMF melihat Jakarta untuk menjadi pusat minifootball di tahun 2026. Mereka memiliki banyak potensi. Kami berharap untuk mengkapitalisasi hubungan ini dan menjadikannya lebih tinggi,” pungkas Khaled El Hadeed.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.