OpenAI Rilis GPT-5.4 Mini dan Nano, AI Lebih Cepat dan Lebih Murah
OpenAI kembali memperluas lini model kecerdasan buatan (AI) mereka dengan merilis dua model baru, yakni GPT-5.4 mini dan GPT-5.4 nano pada Selasa (17/3/2026).
Kehadiran dua model ini melanjutkan rangkaian pembaruan model AI untuk ChatGPT, yang dalam beberapa waktu terakhir bergerak cukup cepat.
Pada 5 Maret lalu, OpenAI merilis GPT-5.4 Thinking, model dengan kemampuan penalaran mendalam. Dua hari sebelumnya, perusahaan juga meluncurkan GPT-5.3 Instant, model yang difokuskan untuk percakapan sehari-hari agar terasa lebih lancar, meski tidak selalu lebih akurat.
Kini, GPT-5.4 mini dan nano hadir sebagai pelengkap, dengan fokus berbeda. Keduanya dirancang untuk menangani beban kerja AI dalam jumlah besar dengan cepat dan efisien, atau bisa dibilang sebagai versi “hemat” dari model bahasa besar.
Performa mendekati model flagship
GPT-5.4 menjadi model AI yang menggabungkan perkembangan penalaran baru, pengkodean, hingga pekerjaan profesional yang melibatkan spreadsheet, dokumen, dan presentasi.
Dari dua model baru ini, GPT-5.4 mini menjadi yang paling menonjol.
Dalam situs resminya, perusahaan AI yang didirikan oleh Sam Altman ini menyebut model ini mampu menghadirkan performa yang mendekati GPT-5.4 versi penuh, tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Bahkan, GPT-5.4 mini diklaim bisa berjalan lebih dari dua kali lebih cepat dibanding GPT-5 mini.
Dalam berbagai pengujian, model ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dari GPT-5 mini, mulai dari kemampuan coding, penalaran, hingga pemrosesan multimodal seperti gambar.
Misalnya, di SWE-bench Pro, GPT-5.4 mini mencatat skor 54,38 persen, naik dari GPT-5 mini yang berada di 45,69 persen. Pengujian ini mengukur kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas coding nyata, seperti memperbaiki bug pada proyek software.
Pada Terminal-Bench 2.0, model ini mencapai 60 persen, jauh di atas GPT-5 mini yang hanya 38,20 persen. Tes ini melihat kemampuan AI dalam menggunakan command line atau terminal seperti yang biasa dipakai developer.
Hasil serupa juga terlihat di OSWorld-Verified, di mana GPT-5.4 mini meraih 72,13 persen, meningkat signifikan dibanding GPT-5 mini yang hanya 42 persen.
Pengujian ini menilai kemampuan AI dalam menjalankan tugas di komputer, seperti memahami tampilan layar dan melakukan aksi tertentu.
Sementara di GPQA Diamond yang menguji kemampuan penalaran tingkat tinggi, terutama soal-soal sains yang kompleks, GPT-5.4 mini mencetak 88,01 persen, mendekati model flagship GPT-5.4 yang berada di 93 persen.
Secara umum, angka-angka ini menunjukkan bahwa GPT-5.4 mini sudah mendekati tingkat keberhasilan (pass rate) model flagship GPT-5.4, tetapi dengan eksekusi yang lebih cepat.
Fokus untuk penggunaan praktis
Celah keamanan pada ChatGPT yang berpotensi bocorkan data pengguna.
Namun berbeda dari model besar yang fokus pada kemampuan berpikir kompleks, GPT-5.4 mini dan nano lebih ditujukan untuk kebutuhan praktis.
Misalnya, asisten coding yang membutuhkan respons cepat, sistem AI yang harus menangani banyak tugas sekaligus, hingga aplikasi yang memproses data secara real-time.
OpenAI menyebut, dalam banyak kasus, model terbaik bukanlah yang paling besar, tetapi yang mampu merespons dengan cepat, tetap andal, dan efisien dari sisi biaya.
Sementara itu, GPT-5.4 nano hadir sebagai versi paling ringan. Model AI ini difokuskan untuk tugas-tugas sederhana seperti klasifikasi data, ekstraksi informasi, hingga membantu pekerjaan coding ringan.
OpenAI juga mulai mendorong penggunaan beberapa model AI dalam satu sistem kerja.
Dalam pendekatan ini, model besar seperti GPT-5.4 Thinking digunakan untuk merencanakan tugas, sementara model yang lebih kecil seperti GPT-5.4 mini dan nano menjalankan pekerjaan teknis.
Konsep ini mirip seperti tim kerja manusia, di mana satu pihak menyusun strategi dan pihak lain mengeksekusi.
Dengan cara ini, penggunaan AI bisa lebih efisien tanpa harus selalu mengandalkan model besar yang mahal.
Lebih murah
Dari sisi harga, GPT-5.4 mini dibanderol sekitar 0,75 dollar AS (sekitar Rp 12.729) per juta token input dan 4,50 dollar AS (sekitar Rp 76.374) per juta token output.
Sementara GPT-5.4 nano dibanderol sekitar 0,20 dollar AS (sekitar Rp 3.394) per juta token input dan 1,25 dollar AS (sekitar Rp 21.215) per juta token output.
Sebagai perbandingan, GPT-5.4 versi penuh memiliki harga sekitar 2,50 dollar AS per juta token input (sekitar Rp 42.430) dan 15 dollar AS per juta token output (sekitar Rp 254.581).
Dalam konteks AI, biaya penggunaan model dihitung berdasarkan token, yaitu potongan teks yang diproses oleh model.
Satu token bisa berupa kata pendek, bagian dari kata, atau karakter tertentu. Sebagai gambaran, 1.000 token setara sekitar 750 kata dalam bahasa Inggris.
Artinya, biaya tersebut dihitung berdasarkan jumlah teks yang dimasukkan ke AI dalam skala besar, bukan per sekali percakapan.
Ketersediaan GPT-5.4 mini
GPT-5.4 mini kini sudah tersedia di berbagai layanan OpenAI, mulai dari API, Codex, hingga ChatGPT.
Di ChatGPT, pengguna Free dan Go bisa mengaksesnya lewat opsi “Thinking”. Sementara pengguna lain akan mendapatkannya sebagai fallback saat batas GPT-5.4 Thinking tercapai.
Untuk developer, GPT-5.4 mini juga tersedia di Codex, baik melalui aplikasi, CLI, ekstensi IDE, maupun web.
Sementara GPT-5.4 nano hanya tersedia lewat API, sehingga penggunaannya lebih difokuskan untuk developer atau perusahaan yang ingin mengintegrasikan AI ringan ke dalam aplikasi mereka, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari ZDNet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang