Bursa Asia Cerah Ikuti Lonjakan Wall Street Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Jepang
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Jepang

The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps). Akibat pemangkasan, kini suku bunga acuan AS berada dalam kisaran 3,5 persen sampai 3,75 persen.

Sementara itu, pemimpin tertinggi bank sentral Tiongkok sepakat menegaskan dukungan ekonomi yang luas untuk tahun mendatang, termasuk meningkatkan konsumsi dan menstabilkan sektor properti. Setelah pertemuan, regulator fokus untuk mengarahkan pada penguatan kemampuan teknologi domestik sebagai program prioritas lima tahun mendatang yang dimulai pada tahun 2026.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melesat 0,96 persen. Indeks Topix melonjak 1,18 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 0,29 persen. Indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil diperdagangkan di sekitar titik stagnan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mencatat penguatan sebesar 0,83 persen. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong naik ke level 25.788 dari 25.530,51.

Semalam di AS,  indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencapai titik tertinggi baru. Pencapaian ditopang aksi investor beralih dari saham teknologi yang sedang naik daun ke saham-saham yang dapat memperoleh keuntungan dari pertumbuhan ekonomi AS setelah The Fed memangkas suku bunga.

Ilustrasi sedang investasi

Indeks Dow Jones menguat 646,26 poin atau 1,34 persen menjadi 48.704,01. Indeks ini juga mencetak rekor tertinggi intraday baru berkat lonjakan pesat saham Visa setelah mendapat naik peringkat dari Bank of America . 

Indeks S&P 500 menguat 0,21 persen dan ditutup pada 6.901,00. Namun, Nasdaq Composite melemah 0,26 persen dan ditutup pada harga 23.593,86.