Profil Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo yang Kena OTT KPK, Punya Harta Rp 6,19 Miliar
Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025) menyeret nama Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo dua periode.
Penangkapan Sugiri Sancoko menambah daftar kepala daerah yang terjaring operasi senyap lembaga antirasuah sepanjang tahun 2025.
KPK mengungkap, penangkapan Sugiri berkaitan dengan dugaan korupsi dalam mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya kegiatan tersebut.
“Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Jumat.
Fitroh menegaskan bahwa operasi ini dilakukan karena ada indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam penempatan pejabat daerah.
“(Kasus) Mutasi dan promosi jabatan,” ujarnya.
Dalam OTT itu, KPK mengamankan beberapa orang, termasuk Bupati Ponorogo.
“Sudah (ditangkap),” kata Fitroh menambahkan.
Sugiri Sancoko Kena Kasus Apa?
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Sugiri Sancoko kena kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah Sugiri melantik 138 pejabat administrator dan pengawas di lingkup pemerintah daerah.
Operasi tangkap tangan ini menjadi yang ketujuh dilakukan KPK sepanjang 2025, menyusul OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid empat hari sebelumnya.
Meski kerugian kasus Sugiri Sancoko belum diungkap secara resmi, KPK memastikan proses penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan masih terus berjalan.
Profil Sugiri Sancoko
Seperti dilansir Antaranews, Sabtu (8/11/2025), Sugiri Sancoko memiliki perjalanan panjangnya sebagai politisi asal Jawa Timur.
Ia lahir di Ponorogo pada 26 Februari 1971 dan dikenal sebagai figur yang meniti karier politik dari bawah.
Sugiri menyelesaikan pendidikan hingga jenjang pascasarjana di Universitas Dr. Soetomo Surabaya, pada 2014.
Perjalanan kariernya dimulai dari dunia legislatif. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009–2014, lalu kembali dipercaya pada periode 2014–2015.
Dalam Pilkada 2020, Sugiri terpilih sebagai Bupati Ponorogo periode 2021–2025.
Ia kembali memenango kepercayaan publik dalam Pilkada 2024, yang mengantarkannya menjabat untuk periode kedua, 2025–2030.
Sebagai kepala daerah, Sugiri Sancoko dikenal aktif membangun daerah dan dekat dengan masyarakat.
Namun, reputasinya kini dipertaruhkan setelah terjerat OTT KPK terkait dugaan praktik korupsi jabatan.
Suasana rumah dinas Bupati Ponorogo Sugiri
Harta Kekayaan Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 14 Maret 2024, Sugiri Sancoko tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 6,19 miliar tanpa utang.
Sebagian besar hartanya berbentuk tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 5,57 miliar, tersebar di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Surabaya, Boyolali, Sidoarjo, Pasuruan, dan Ponorogo.
Di Ponorogo, ia memiliki lima bidang tanah warisan senilai total lebih dari Rp 2 miliar, antara lain:
- Tanah seluas 4.306 m² senilai Rp 735 juta
- Tanah seluas 2.254 m² senilai Rp 525 juta
- Tanah seluas 2.254 m² senilai Rp 525 juta
- Tanah seluas 552 m² senilai Rp 128,1 juta
- Tanah seluas 280 m² senilai Rp 111,8 juta
Aset hasil usaha sendiri mencakup:
- Tanah dan bangunan 165 m²/70 m² di Surabaya senilai Rp 1,67 miliar
- Tanah dan bangunan 130 m²/55 m² di Boyolali senilai Rp 572 juta
- Tanah dan bangunan 105 m²/45 m² di Sidoarjo senilai Rp 440 juta
- Tanah dan bangunan 120 m²/70 m² di Pasuruan senilai Rp 863,5 juta
Ia juga melaporkan alat transportasi dan mesin senilai Rp 160 juta, terdiri dari satu unit Toyota Alphard tahun 2006 senilai Rp 130 juta dan satu unit Vespa Primavera tahun 2018 senilai Rp 30 juta.
Selain itu, Sugiri Sancoko memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 200,27 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 262,7 juta.
Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo, yang terjaring OTT KPK itu, juga tercatat tidak memiliki utang maupun aset surat berharga.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.