Cetak Laba Bersih Rp 1,2 Triliun di 2025, Summarecon Bakal Tebar Dividen Rp 82 Miliar
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun di sepanjang tahun 2025, dan bakal menebar dividen hingga Rp 82 miliar dari capaian tersebut.
President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi melaporkan, di sepanjang tahun 2025 perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun, yang didominasi dari marketing sales yang tumbuh 27 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,53 triliun.
"Di tahun 2025 kemarin, kami berhasil mencapai marketing sales melampaui target Rp 5 triliun, dimana kami bisa mencapai ke Rp 5,53 triliun," kata Adrianto dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.
Summarecon Crown Gading
Dari laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun itu, Dia memastikan bahwa Summarecon akan membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham, atau total sebesar Rp 82.542.841.790.
Adrianto menambahkan, pencapaian itu merupakan hasil dari pengembangan sembilan kawasan kota terpadu, yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
Sementara pertumbuhan marketing sales menurutnya berhasil didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk properti baru, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas dengan daya beli yang kuat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, Dia mengaku sangat bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon.
"Dimana produk kami tetap mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang," ujarnya.
Diketahui, dalam rangka menghadapi tantangan ekonomi yang masih berlangsung sampai saat ini, Summarecon akan tetap menjaga pengelolaan cash management secara prudent, mencermati perubahan pasar. Mereka juga akan berfokus pada pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan agar ada pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang meliputi penjualan hunian, komersial, dan apartemen, berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,51 triliun. Unit tersebut masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan Summarecon, yakni sebesar 63 persen.
Di sisi lain, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) bertumbuh dengan pendapatan mencapai Rp 2,28 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 6 persen terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah sebesar Rp 113,85 miliar. Unit ini menyumbang 26 persen dari total keseluruhan pendapatan.
Kemudian, segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp 981,12 miliar. Pendapatan itu meningkat 1 persen dibandingkan Rp 967,31 miliar pada 2024. Unit ini berkontribusi 11 persen dari total pendapatan Summarecon. Adapun peningkatan tersebut terutama berasal dari kinerja positif bisnis perhotelan.