Terjaring OTT KPK Terkait Pengisian Jabatan Desa, Bupati Pati Sudewo Punya Harta Rp 31,5 Miliar dan BMW X5

Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih pada Selasa (20/1/2026) setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (20/1/2026).
Sudewo turun dari kursi tengah penumpang mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi B 2788 UZL pada pukul 10.34 WIB, mengenakan baju polo putih yang dibalut dengan jaket hitam, celana jins biru, dan sandal.
Selain itu, Sudewo juga terlihat memegang topi hitam sambil berjalan ke arah Gedung KPK Merah Putih.
Sudewo sempat mengangkat tangan kanannya ke arah wartawan namun ia tak mau memberikan komentar apapun, dilansir dari , Selasa.
Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyidik melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026).
Menurut KPK, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo berkaitan dengan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.
Penindakan tersebut dilakukan pada Januari 2026 sebagai bagian dari upaya penegakan hukum tindak pidana korupsi.
Diberitakan Antara, Budi Prasetyo menjelaskan, bahwa OTT terhadap Sudewo terkait pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan desa.
“Terkait pengisian jabatan kepala urusan, kepala seksi, ataupun sekretaris desa,” ujar Budi Prasetyo, Selasa.
Berasal dari partai mana Sudewo?
Dilansir dari , H. Sudewo, ST., MT merupakan politikus kelahiran Pati, 11 Oktober 1968 yang pernah menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Slungkep, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kayen dan SMA Negeri 1 Pati.
Selapas SMA, Sudewo melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan mengambil program studi Teknik Sipil dan lulus pada 1993.
Sudewo kemudian melanjutkan pendidikan magister dan meraih gelar S2 Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Sudewo memulai karier profesionalnya di sektor konstruksi sebagai pegawai PT Jaya Construction pada periode 1993–1994. Ia kemudian masuk jalur pemerintahan dengan menjadi tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada 1994–1995.
Kariernya berlanjut saat ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1996–1997 dan ditempatkan di Kanwil PU Jawa Timur.
Sudewo kemudian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga 1999 sebelum dipindahkan ke Dinas PU Kabupaten Karanganyar.
Pijakan Sudewo ke dunia politik dimulai pada 2002 saat mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono, namun berakhir kalah.
Ia lalu aktif sebagai koordinator tim sukses Pilkada Jawa Timur 2005 dan koordinator tim sukses Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2008.
Peran tersebut memperkuat posisinya di internal partai. Pada 2019, ia pun dipercaya menduduki jabatan Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra.
Ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2009–2013 dan 2019–2024.
Puncak karier politiknya sendiri terjadi pada Pemilu 2024 saat terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025–2030, didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.
Berapa harta kekayaan orang nomor satu di Pati tersebut?
Dilansir dari Kompas.TV (13/8/2025), Sudewo tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 31.519.711.746 atau 31,5 miliar rupiah berdasarkan laporan harta kekayaan penyelengara (LHKPN) per 11 April 2025.
Ketika menjabat sebagai bupati, Sudewo memiliki sejumlah aset berupa tanah, bangunan, kendaraan, serta aset lainnya.
Berikut rincian aset dan harta kekayaan Sudewo:
Tanah dan bangunan
Sudewo memiliki aset tanah dan bangunan senilai total Rp 17,03 miliar. Aset-aset ini tersebar di sejumlah daerah mulai dari Surakarta, Yogyakarta, Depok, Bogor, Pacitan, dan Tuban.
Properti milik Sudewo di Bogor, Jawa Barat ditaksir bernilai Rp 3,6 miliar dan bangunan di Depok bernilai Rp 1,5 miliar.
Kendaraan
Sudewo tercatat memiliki sejumlah kendaraan senilai total Rp 6,33 miliar. Berikut daftar kendaraan Sudewo:
- BMW X5 tahun 2023 senilai Rp 1,9 miliar
- Toyota Alphard 2024 Rp 1,7 miliar
- Toyota Land Cruiser 2019 Rp 1,9 miliar
- Mitsubishi Pajero Sport Jeep 2019 Rp 287 juta
- Toyota Harrier Jeep 2014 Rp 400 juta
- Toyota Innova tahun 2013 Rp 120 juta
Selain itu, Sudewo juga memiliki harta bergerak senilai Rp 795 juta, Rp 5,39 miliar dalam bentuk surat berharga, serta kas dan setara kas senilai Rp 1,96 miliar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang