Profil dan Harta Kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari yang Terjaring OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari. Operasi senyap tersebut dilakukan pada Senin (9/3/2026) malam.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (10/3/2026).
Namun, hingga kini lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
“Benar, Bupati Rejang Lebong,” kata Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi.
KPK juga belum membeberkan barang bukti yang disita maupun perkara yang menjerat Bupati Rejang Lebong dan pihak lain yang diduga terlibat.
Penangkapan ini membuat perhatian publik tertuju pada sosok Muhammad Fikri Thobari yang baru sekitar satu tahun menjabat sebagai kepala daerah di Kabupaten Rejang Lebong.
Siapa Muhammad Fikri Thobari?
Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu dengan luas sekitar 1.559,42 kilometer persegi.
Daerah tersebut saat ini dipimpin oleh Muhammad Fikri Thobari yang menjabat sebagai bupati periode 2025–2029.
Fikri dilantik sebagai Bupati Rejang Lebong oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 Februari 2025. Dengan pelantikan tersebut, ia resmi memimpin daerah tersebut selama lima tahun ke depan.
Muhammad Fikri Thobari lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981. Saat ini usianya sekitar 45 tahun. Ia merupakan anak dari pasangan M Thobari Muad dan Rosmala Dewi.
Fikri diketahui berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang birokrasi dan aktivitas politik.
Ayahnya dikenal sebagai aktivis kampus yang kemudian meniti karier di Kementerian Agama di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepahiang.
Sementara itu, ibunya Rosmala Dewi juga dikenal sebagai birokrat yang berkarier di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam kehidupan pribadi, Muhammad Fikri menikah dengan Intan Larasati Fikri dan pasangan tersebut dikaruniai seorang anak.
Bagaimana Latar Belakang Pendidikan Muhammad Fikri?
Muhammad Fikri memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan administrasi publik. Ia menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE) serta Magister Administrasi Publik (MAP).
Gelar Sarjana Ekonomi diperolehnya dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada tahun 2006.
Sementara gelar Magister Administrasi Publik diraih dari Universitas Prof Dr Hazairin SH pada tahun 2023.
Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Fikri mengawali pendidikan dasarnya di SDN 4 Nakau di Tapang Empat, Kabupaten Bengkulu Utara dan lulus pada 1992.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Curup dan lulus pada tahun 1995. Pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri 2 Curup dan diselesaikan pada 1998.
Apa Saja Karier dan Aktivitas Organisasi Fikri?
Sebelum terjun ke dunia politik, Fikri dikenal sebagai aktivis serta pengusaha di bidang properti.
Pada 2008 hingga 2010, ia pernah menjadi pimpinan koran Sehasen Jaya. Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang penjualan properti berupa perumahan, baik yang menggunakan sistem kredit pemilikan rumah (KPR) maupun penjualan komersial.
Kariernya di sektor bisnis terus berkembang. Pada 2014, Fikri dipercaya sebagai Presiden Direktur PT Bukit Juvi Permata.
Selain berbisnis, ia juga aktif dalam sejumlah organisasi, khususnya yang berkaitan dengan dunia properti dan pengusaha. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain:
- Sekretaris Bisnis Development Service STIM AMKOP Palembang (2002–2004)
- Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong (2014–sekarang)
- Sekretaris Real Estate Indonesia Komisariat Curup (2014–2016)
- Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu (2016–2019)
- Ketua DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu (2019–sekarang)
- Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman DPP HIMPERRA (2024–2028)
- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Rejang Lebong (2021–sekarang).
Kapan Fikri Terjun ke Dunia Politik?
Muhammad Fikri mulai terjun ke dunia politik pada tahun 2019. Saat itu ia dipercaya menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong.
Pada tahun yang sama, ia mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon Bupati Rejang Lebong dalam Pilkada 2019. Ia berpasangan dengan Tarsisius Samuji.
Namun dalam pemilihan tersebut, pasangan Fikri dan Tarsisius belum berhasil memenangkan kontestasi politik.
Fikri kemudian kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2024. Kali ini ia berpasangan dengan Hendri yang merupakan analis ideologi pada Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Musi Rawas.
Pasangan tersebut diusung oleh sejumlah partai politik, yakni PAN, PDI Perjuangan, dan Partai Demokrat.
Dalam pemilihan tersebut, pasangan Fikri dan Hendri berhasil meraih 63.691 suara atau sekitar 44,07 persen dari total suara sah. Hasil itu mengantarkan Fikri menjadi Bupati Rejang Lebong.
Berapa Harta Kekayaan Muhammad Fikri?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada 7 Agustus 2024, Muhammad Fikri tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp19,5 miliar.
Sebagian besar aset tersebut berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan. Dalam laporan tersebut, Fikri tercatat memiliki 14 bidang tanah dan bangunan di sejumlah wilayah di Bengkulu dengan nilai sekitar Rp14,6 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki dua mobil dengan nilai total sekitar Rp900 juta.
Aset lain yang tercatat dalam laporan tersebut meliputi harta bergerak lainnya senilai Rp45 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp7,2 miliar.
Namun dalam laporan itu juga tercatat Fikri memiliki utang sebesar Rp12,9 miliar. Apabila tidak memiliki utang tersebut, total nilai kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar Rp32,4 miliar.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com dengan judul "OTT, KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong Bengkulu".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang