Meski Enak, Hati-hati Konsumsi Beberapa Bagian Ayam Ini Justru Bisa Bikin Kamu Keracunan!

Ilustrasi Ayam Potong
Ilustrasi Ayam Potong

Ayam merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dipilih masyarakat. Selain harganya yang lebih murah, daging ayam dipilih lantaran dianggap lebih sehat dibandingkan dengan daging merah.

Meski dianggap lebih sehat daripada daging, namun tidak semua bagian ayam yang dikonsumsi baik bagi kesehatan. Bahkan beberapa bagian aya mengandung lemak tinggi, menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya, atau menyimpan racun serta zat pencemar dari lingkungan tempat ayam tersebut hidup.

Jika dikonsumsi secara rutin, bagian-bagian ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan jangka panjang. Lantas apa saja bagian ayam yang diam-diam bisa membahayakan? Berikut ini 10 bagian ayam yang perlu dihindari seperti dilansir dari laman Times of India, Minggu 21 Desember 2025.

Kulit ayam 

Kulit ayam yang renyah dan gurih memang jadi favorit banyak orang, namun ini bukan pilihan yang sehat. Kulit ayam sebagian besar terdiri dari lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung jika sering dikonsumsi. Bahkan setelah dimasak, kulit ayam masih bisa menyimpan bakteri, terutama jika proses pengolahannya kurang tepat.

Paru ayam 

Meski jarang namun konsumsi paru ayam baiknya dihindari. Sebab bagian ini bisa mengandung mikroorganisme dan parasit yang tahan terhadap suhu tinggi saat dimasak. Jika tidak ditangani secara higienis, paru ayam berpotensi membahayakan kesehatan.

Kepala ayam 

Kepala ayam kadang dimanfaatkan untuk kaldu, sop atau bahkan dikonsumsi utuh. Namun, bagian ini bisa menyerap residu pestisida dari pakan atau lingkungan yang tercemar. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat-zat tersebut bisa menumpuk di jaringan tubuh dan menimbulkan risiko kesehatan.

Usus ayam 

Usus ayam merupakan tempat berkumpulnya bakteri dan patogen lain yang sulit dihilangkan sepenuhnya, meski sudah dicuci berulang kali. Jika tidak dibersihkan dan dimasak dengan benar oleh orang yang berpengalaman, usus ayam sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan keracunan makanan.

Ceker ayam 

Ceker ayam populer di berbagai budaya dan bisa terasa lezat jika dimasak dengan tepat. Namun, karena selalu bersentuhan langsung dengan tanah, ceker mudah menyimpan kotoran, bakteri, dan zat pencemar lain di sela-selanya, sehingga perlu penanganan ekstra hati-hati.

Hati ayam sebaiknya dikonsumsi secukupnya

Hati ayam dikenal bergizi karena kaya protein dan mineral penting. Meski begitu, bagian ini juga bisa mengandung sisa hormon stres. Jika dikonsumsi berlebihan, hal tersebut dikhawatirkan berdampak kurang baik bagi kesehatan. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar.

Ampela 

Ampela berfungsi sebagai “lambung” ayam dan sering berisi batu kecil atau sisa makanan yang membantu proses pencernaan. Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, ampela bisa membawa bakteri berbahaya atau sisa kotoran. Meski bergizi dan enak, pengolahan yang tepat menjadi kunci agar aman dikonsumsi.

Leher ayam 

Leher ayam sering jadi bagian paling banyak incaran tetapi perlu diketahui bagian ini bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Merebus saja belum tentu cukup untuk membunuh semua patogen, sehingga leher ayam harus benar-benar dibersihkan dan dimasak dalam waktu yang cukup lama.

Wings

Wings alias ujung sayap ayam sebagian besar terdiri dari kulit dan tulang, dengan daging yang sangat sedikit. Nilai gizinya pun rendah, terutama dari sisi protein. Selain itu, bagian ini juga bisa mengandung lemak berlebih dan bakteri jika tidak ditangani dengan benar.

Sumsum tulang ayam 

Tulang ayam sering dimanfaatkan untuk membuat kaldu bergizi. Namun, sumsum di dalamnya kadang masih menyimpan sisa darah yang tidak matang sempurna. Jika tulang tidak direbus cukup lama, hal ini bisa menimbulkan risiko kontaminasi ringan.

Meski ayam secara umum merupakan pilihan daging yang aman dan sehat, tidak semua bagiannya layak dikonsumsi. Memperhatikan bagian ayam yang digunakan serta cara pengolahannya dapat membantu mengurangi risiko keracunan makanan dan paparan zat berbahaya. Bagian ayam yang terkontaminasi atau ditangani dengan kurang tepat bisa membawa bakteri seperti Salmonella atau Campylobacter, penyebab umum keracunan makanan.

Kesalahan seperti penyimpanan yang tidak tepat, kontaminasi silang, dan memasak yang kurang matang masih sering terjadi, terutama saat mengolah bagian ayam yang jarang dikonsumsi. Jika ragu, sebaiknya pilih potongan ayam tanpa lemak yang dimasak hingga benar-benar matang, serta hindari jeroan atau bagian yang sulit dibersihkan dan dimasak secara menyeluruh.