Penyesalan Terbesar! Aurelie Moeremans Turuti Mantan Bikin Tato Biar Gagal Ikut Kontes Kecantikan
Aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap pengalaman pahit dalam masa lalunya yang penuh tekanan dan trauma.
Melalui buku memoar berjudul Broken Strings, perempuan berusia 32 tahun itu memilih untuk membuka luka lama yang selama bertahun-tahun ia pendam. Scroll lebih lanjut yuk!
Kisah tersebut bermula ketika Aurelie masih berusia 15 tahun dan terjerat dalam hubungan yang belakangan ia sadari sebagai relasi toksik dan penuh manipulasi.
Dalam bab-bab awal Broken Strings, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang pria yang ia samarkan namanya sebagai Bobby. Saat itu, Bobby berusia 29 tahun dan menunjukkan sikap yang awalnya tampak penuh perhatian. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut berubah menjadi sarat kontrol dan kekerasan.
Aurelie mengungkapkan bahwa ia mengalami perlakuan tidak manusiawi, mulai dari tindakan fisik hingga penyebaran foto pribadi yang diambil tanpa persetujuannya.
Hubungan tersebut perlahan membuat Aurelie terpisah dari lingkungan sekitarnya. Bobby disebut mengatur cara berpakaian, membatasi komunikasi dengan orang lain, hingga membuat Aurelie hidup dalam ketakutan.
Kondisi itu menempatkan sang aktris dalam situasi terisolasi dan berada di bawah tekanan psikologis yang berat, sehingga tanpa disadari ia terus menuruti keinginan pasangannya.
Salah satu penyesalan terbesar Aurelie adalah saat dirinya dipaksa membuat tato demi menggagalkan peluang mengikuti kontes kecantikan. Hal itu bermula ketika Aurelie tampil dalam sebuah acara talkshow dan menunjukkan kemampuannya berbicara dalam lima bahasa. Penampilannya menuai pujian dan membuka peluang untuk mengikuti ajang kecantikan bergengsi.
“Aku tuh abis syuting talkshow, di talkshow itu aku pamer bisa pakai lima bahasa berbeda. Gara-gara itu, banyak yang suruh aku ikutan Miss Indonesia,” kata Aurelie Moeremans, mengutip video Instagramnya, Senin 12 Januari 2026.
Alih-alih mendukung, sang mantan kekasih justru merasa terancam dan melarang Aurelie mengembangkan potensi dirinya. Ia kemudian mendesak Aurelie untuk membuat tato, mengingat tato merupakan salah satu hal yang tidak diperkenankan dalam ajang kontes kecantikan tersebut.
“Singkat cerita, pacar aku saat itu nggak suka. Nggak ngebolehin pokoknya. Terus saking takutnya aku ikutan, dia suruh aku tato karena kalau sudah ada tato, nggak bisa ikutan,” jelas Aurelie.
“Karena aku bucin, 'Ya sudah deh aku tato, biar kamu tenang akunya nggak ikut Puteri Indonesia'," tambahnya.
Tekanan tak berhenti sampai di situ. Aurelie juga mengungkap bahwa sang mantan secara sengaja mengundang wartawan saat dirinya membuat tato, diduga untuk menciptakan jejak digital yang sulit dihapus.
“Sudah begitu, nyebelinnya dia, aku kan nggak suka ngundang-ngundang wartawan atau apa gitu. Tapi waktu tato dia sengaja undang wartawan biar ada filenya (jejak digital), jadi nggak bisa ditutupin juga. Ngeri banget ya? Segitunya,” tandas Aurelie.
Kini, melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans berharap kisahnya dapat menjadi pengingat akan bahaya hubungan toksik sekaligus dorongan bagi para korban untuk berani bersuara dan keluar dari lingkaran kekerasan.