Nasib Tragis Thailand di Final SEA Games: 3 Kali Gagal Juara, Timnas Indonesia dan Vietnam Bikin Gigit Jari

Timnas Thailand vs Vietnam di final SEA Games 2025
Timnas Thailand vs Vietnam di final SEA Games 2025

 Timnas Thailand U-22 mengalami kisah pahit di cabang sepak bola putra SEA Games dalam tiga edisi terakhir. Meski selalu berhasil menembus partai puncak, skuad Gajah Perang justru harus berulang kali menelan kekecewaan karena gagal membawa pulang medali emas dan hanya puas dengan perak.

Rentetan nasib tragis itu dimulai pada SEA Games 2021 yang digelar di Vietnam. Bermain di Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, Thailand harus mengakui keunggulan tuan rumah Vietnam dengan skor tipis 0–1. Kekalahan tersebut memupus harapan Thailand untuk kembali berjaya di Asia Tenggara dan memaksa mereka finis sebagai runner-up.

Dua tahun berselang, luka Thailand kembali terbuka di SEA Games 2023 Kamboja. Kali ini, giliran Timnas Indonesia yang menjadi mimpi buruk. Dalam final dramatis di Olympic Stadium, Phnom Penh, skuad asuhan Indra Sjafri tampil beringas dan menang 5–2 lewat babak tambahan.

Kemenangan itu bukan hanya menggagalkan Thailand meraih emas, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 32 tahun untuk kembali menjadi juara sepak bola SEA Games.

Timnas Indonesia U-22 meraih emas SEA Games 2023

Nasib serupa kembali terulang di SEA Games 2025. Bermain di kandang sendiri di Rajangamala Stadium, Bangkok, Thailand kembali melaju ke final dengan ambisi besar. Namun harapan publik tuan rumah kembali runtuh setelah Vietnam sekali lagi tampil sebagai algojo. Thailand harus menyerah 2–3 melalui extra time, sekaligus menambah deretan kegagalan mereka di partai final.

Tiga final beruntun, tiga kali pula Thailand harus puas menggigit jari. Catatan ini menjadi ironi tersendiri bagi negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa sepak bola Asia Tenggara.

Meski demikian, Thailand tetap kokoh sebagai tim tersukses dalam sejarah sepak bola putra SEA Games dengan koleksi 16 medali emas. Di bawah mereka, Malaysia mengoleksi enam gelar, disusul Myanmar (5), Vietnam (4), dan Indonesia (3).

Dominasi historis tersebut menunjukkan bahwa Thailand masih menjadi kekuatan utama di kawasan. Namun kegagalan beruntun di final menjadi sinyal bahwa peta persaingan sepak bola Asia Tenggara semakin ketat, dengan Indonesia dan Vietnam kini tampil sebagai penantang serius di level regional.