HUT ke-80 TNI di Era Presiden Prabowo: Ini Alutsista Modern Terbaru dari Darat, Laut, dan Udara

Dassault Rafale, Airbus A400M TNI AU, T-50i Golden Eagle TNI AU, Rudal khan, drone anka, alutsista tni terbaru, KRI Brawijaya-320, HUT Ke-80 TNI, HUT ke-80 TNI di Era Presiden Prabowo: Ini Alutsista Modern Terbaru dari Darat, Laut, dan Udara

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara bertahap terus berdatangan untuk memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Pada awal September 2025, KRI Brawijaya-320 resmi tiba di Indonesia. Fregat terbesar di Asia Tenggara ini kini menjadi ujung tombak armada TNI Angkatan Laut bersama KRI Prabu Siliwangi-321 yang dijadwalkan datang pada awal 2026.

KRI Brawijaya-320 pun mendapat kehormatan memimpin barisan kapal perang dalam sailing pass TNI AL pada perayaan HUT ke-80 TNI, Minggu (5/10/2025).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Prabu Siliwangi akan memperkuat jajaran armada pada awal 2026.

"Untuk KRI Prabu Siliwangi itu Oktober sudah mulai pengiriman kru ke Italia. Kemudian 17 Desember, delivery, kemungkinan awal tahun Januari 2026 sudah bisa memperkuat jajaran armada," kata Ali di atas geladak KRI Brawijaya-320 di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025).

Kedua kapal fregat tersebut dibangun bekerja sama dengan galangan kapal Italia, Fincantieri. Masing-masing kapal memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, draft 5,2 meter, dan kecepatan maksimum 32 knots.

Kapal ini juga dilengkapi berbagai sistem senjata seperti SAM 16 VL Sistem, SSM 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 mm dan 76 mm, serta torpedo. Modernisasi ini menjadi bagian dari kebijakan Perisai Trisula Nusantara yang memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Apa Saja Alutsista Baru di Matra Darat?

Dassault Rafale, Airbus A400M TNI AU, T-50i Golden Eagle TNI AU, Rudal khan, drone anka, alutsista tni terbaru, KRI Brawijaya-320, HUT Ke-80 TNI, HUT ke-80 TNI di Era Presiden Prabowo: Ini Alutsista Modern Terbaru dari Darat, Laut, dan Udara

Khan Missile System atau peluru kendali (rudal) Khan, pabrikan Roketsan asal Turki.

Di matra darat, TNI Angkatan Darat (TNI AD) menerima rudal balistik jarak pendek Khan ITBM-600 buatan perusahaan Turki, Roketsan.

Rudal tahap pertama telah ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan Ke-18 di Kalimantan Timur, dengan pengiriman tahap kedua dijadwalkan pada awal 2026.

Selain itu, sejumlah alutsista baru telah tiba, termasuk 18 unit tank medium Harimau hasil kerja sama PT Pindad dengan Turki. Penguatan ini menjadi bukti nyata upaya modernisasi TNI AD untuk menghadapi ancaman di darat dengan teknologi terkini.

Bagaimana Perkembangan Alutsista Udara?

TNI Angkatan Udara (TNI AU) juga terus memperkuat armadanya. Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) mengonfirmasi bahwa 42 pesawat tempur Rafale buatan Prancis akan bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Beberapa penerbang tempur TNI AU bahkan telah menyelesaikan pelatihan dan melakukan penerbangan solo di Base Aérienne 113, Saint-Dizier, Prancis.

Selain Rafale, pesawat angkut berat Airbus A400M dan pesawat latih tempur T50i Golden Eagle juga dijadwalkan tiba mulai akhir 2025 hingga awal 2026.

"Kemungkinan awal tahun depan, Rafale sudah akan mulai diterima, kemudian A400 mudah-mudahan di akhir tahun ini," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.

Dassault Rafale, Airbus A400M TNI AU, T-50i Golden Eagle TNI AU, Rudal khan, drone anka, alutsista tni terbaru, KRI Brawijaya-320, HUT Ke-80 TNI, HUT ke-80 TNI di Era Presiden Prabowo: Ini Alutsista Modern Terbaru dari Darat, Laut, dan Udara

Pesawat tempur Dassault Rafale pertama pesanan TNI-AU registrasi T-0301 di pabrik Dassault Aviation di Bordeaux-Mérignac, Perancis.

TNI AU juga menerima drone jenis ANKA-S asal Turki yang kini sedang menjalani uji terbang di Lanud Supadio, Pontianak. Drone ini nantinya akan menggantikan CH4 buatan China yang sebelumnya bertugas di wilayah Laut Natuna Utara.

Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan bahwa pengadaan alutsista bukan semata untuk menambah kekuatan militer, tetapi juga menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

"Ini untuk meyakinkan bahwa upaya menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa bisa terus kita jalankan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertahanan yang kuat adalah fondasi pembangunan nasional.

"Kemenhan berkolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga untuk menjamin stabilitas dan pembangunan. Kita ingin wilayah damai dan stabil, tidak seperti negara-negara yang terjebak konflik," tegasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di as.com dengan judul "Indonesia Segera Kedatangan Jet Tempur Rafale dan Airbus A400M".