Tanggapi Keracunan Massal MBG, Presiden Prabowo Beri Instruksi Teknis Mulai dari Pakai Koki Berkualitas hingga Pasang CCTV

Tanggapi Keracunan Massal MBG, Presiden Prabowo Beri Instruksi Teknis Mulai dari Pakai Koki Berkualitas hingga Pasang CCTV,   1. Jaminan Sterilisasi, 2. Peningkatan Tata Kelola, 3. Minta Koki Terlatih dan Alat Rapid Test,   4. Pasang CCTV

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merombak teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah adanya keracunan di sejumlah sekolah. Prabowo kemudian menyampaikan sejumlah instruksi, yakni:

1. Jaminan Sterilisasi

Prabowo menginstruksikan agar setiap SPPG memiliki alat sterilisasi food tray. SPPG juga harus memasang filter air untuk menjamin kualitas air yang digunakan.

2. Peningkatan Tata Kelola

Prabowo memerintahkan peningkatan tata kelola SPPG untuk mencegah keracunan berulang.

3. Minta Koki Terlatih dan Alat Rapid Test

Prabowo juga memerintahkan agar SPPG memiliki koki terlatih. Presiden juga meminta dapur yang memproduksi menu MBG dilengkapi alat rapid test untuk memeriksa kualitas makanan.

4. Pasang CCTV

Prabowo juga meminta agar SPPG dilengkapi CCTV yang terhubung langsung ke pusat.

Prabowo berharap langkah itu dapat memperkuat kualitas layanan dan memastikan program pemenuhan gizi nasional berjalan lebih aman dan tepercaya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jakarta Selatan, Minggu (28/9) malam.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan salah satu pembahasan utama dalam rapat itu yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Terkait langkah terbaik dan beberapa evaluasi agar program ini dapat berjalan baik sesuai dengan yang direncanakan dan tepat sasaran," kata Teddy dalam siaran pers.

Teddy mengatakan Prabowo secara langsung memberikan arahan kepada para jajarannya dalam rapat tersebut.

"Presiden Prabowo memberikan petunjuk-petunjuk yang sangat detail, bahkan sangat teknis, misalnya berkenaan dengan masalah kedisiplinan, prosedur, terutama masalah kebersihan," ucap Teddy.(knu)