AS dan China Capai Kesepakatan Final Soal TikTok, Trump Disebut Turun Tangan Langsung

TikTok
TikTok

Setelah tarik-ulur panjang yang sempat memanas dan mengancam hubungan dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya dikabarkan mencapai kesepakatan final soal masa depan aplikasi TikTok.

Kesepakatan ini disebut menjadi titik balik dari konflik digital dan geopolitik yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun antara Washington dan Beijing.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memastikan bahwa penyelesaian akhir akan dilakukan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di mana kedua negara akan secara resmi menandatangani dokumen yang menuntaskan negosiasi tersebut.

Dalam laporan eksklusif TechCrunch, disebutkan bahwa perjanjian ini merupakan hasil dari serangkaian pembahasan intens di Madrid, Spanyol, di mana Presiden AS Donald Trump turut menandatangani perintah eksekutif untuk memfasilitasi transaksi tersebut.

“Kami mencapai satu kesepakatan di Madrid, dan saya yakin seluruh detailnya sudah rampung. Kedua pemimpin akan menyelesaikan transaksi itu pada Kamis di Korea,” ujar Bessent dalam wawancara dengan program Face the Nation di stasiun televisi CBS, Minggu (26/10/2025).

Meski Bessent enggan membocorkan isi kesepakatan, ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah AS adalah memastikan China menerima struktur baru kepemilikan TikTok tanpa perlu terjadi pelarangan total di wilayah Amerika.

1. Trump dan Peran Politik di Balik Kesepakatan

Kesepakatan ini tak lepas dari pengaruh Presiden Donald Trump, yang sejak awal masa jabatannya berulang kali menuding TikTok sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Trump disebut turun langsung dalam beberapa tahap negosiasi dan berperan besar dalam mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan besar Amerika.

Dalam perintah eksekutif yang diteken Trump, operasional TikTok di Amerika Serikat akan berada di bawah dewan direksi baru yang sebagian besar beranggotakan pihak dari AS.

2. Oracle Pegang Kendali Operasi dan Keamanan

Menurut rancangan kesepakatan, Oracle Corp akan memegang peran utama dalam aspek keamanan dan infrastruktur teknologi TikTok di AS. Tanggung jawab Oracle mencakup:

Pengelolaan algoritma rekomendasi konten dan sistem keamanan data.

Pengawasan kode sumber untuk memastikan tidak ada kebocoran ke pihak asing.

Moderasi konten dan transparansi kebijakan pengguna.

Oracle, yang dipimpin oleh Larry Ellison, dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Trump, dan telah lama digadang-gadang sebagai pihak yang paling dipercaya untuk mengawasi keamanan siber TikTok di Amerika.

3. Investor Besar AS Terlibat dalam Struktur Baru

Selain Oracle, sejumlah investor besar Amerika juga akan ikut dalam struktur baru kepemilikan TikTok, termasuk:

  • Fox Corporation (pemilik Fox News)
  • Andreessen Horowitz
  • Silver Lake Management

Trump bahkan mengonfirmasi langsung keterlibatan Fox Corp dalam proyek ini.

Kolaborasi ini dinilai sebagai strategi untuk memastikan kendali penuh berada di tangan investor domestik AS, sembari tetap membuka ruang kerja sama dengan ByteDance.

4. China Akhirnya Setuju Setelah Negosiasi Panjang

Salah satu hal paling krusial dalam kesepakatan ini adalah persetujuan resmi dari pemerintah China.

Sebelumnya, Beijing secara tegas menolak upaya pemisahan paksa atau penjualan paksa TikTok oleh ByteDance kepada pihak Amerika. Namun, Bessent mengungkap bahwa dalam dua hari terakhir, pihak China telah memberikan lampu hijau.

“Misi saya adalah memastikan China menyetujui transaksi tersebut, dan saya yakin kami berhasil mencapainya,” ujar Bessent.

Kesepakatan ini juga terjadi bersamaan dengan negosiasi lanjutan antara kedua negara mengenai penyesuaian tarif dan isu perdagangan, yang diumumkan bersamaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

5. Babak Baru Regulasi Teknologi Global

Langkah AS mengatur ulang kepemilikan TikTok ini dipandang sebagai preseden penting bagi regulasi global terhadap perusahaan teknologi lintas negara.

Banyak pihak menilai, jika model ini berhasil diterapkan, negara lain dapat meniru pendekatan serupa untuk menjaga kedaulatan data warganya.

Bagi TikTok sendiri, kesepakatan ini diharapkan menjadi solusi permanen dari ancaman pelarangan total yang terus menghantui sejak 2020.

Kini, platform yang memiliki lebih dari 170 juta pengguna aktif di AS itu berpeluang melanjutkan operasinya dengan struktur baru yang lebih “ramah politik”.

6. Dampak terhadap ByteDance dan Pasar Global

Bagi ByteDance, kesepakatan ini menjadi kompromi penting agar TikTok tetap bertahan di pasar Amerika, pasar paling menguntungkan secara global.

Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa pemisahan algoritma dan infrastruktur teknis antara TikTok versi AS dan global bisa memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Jika tidak dikelola dengan baik, TikTok berpotensi menghadapi perbedaan algoritma, sistem keamanan, dan pengalaman pengguna yang cukup signifikan antara versi Amerika dan versi internasionalnya.