Apple Buka Developer Academy Kelima di Indonesia, Berlokasi di Jakarta

Apple resmi membuka Apple Developer Academy kelima di Indonesia yang berlokasi di Autograph Tower, Jakarta. Program pendidikan ini dijalankan bekerja sama dengan Universitas Ciputra.
Pada angkatan perdananya, Apple Developer Academy Jakarta menerima lebih dari 100 calon developer dan entrepreneur dari berbagai daerah di Indonesia.
Mulai tahun depan, kapasitas akademi ini ditargetkan meningkat hingga lebih dari 200 peserta setiap tahun.
Peserta angkatan pertama Apple Developer Academy Jakarta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, lulusan baru, hingga profesional dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Mereka berasal dari 33 kota di Indonesia.
Dengan kehadiran akademi baru di Jakarta, pada tahun 2026 ini total lima Apple Developer Academy di Indonesia diperkirakan dapat menampung lebih dari 700 peserta yang berasal dari 77 kota dan 27 provinsi.
Para peserta akan mengikuti program pembelajaran selama 10 bulan menggunakan metode challenge-based learning yang menjadi ciri khas Apple.
Dalam program ini, peserta akan mempelajari berbagai keterampilan penting, seperti pengkodean (coding), desain aplikasi, kecerdasan buatan (AI), hingga manajemen proyek.
Head of Apple Developer Academy Jakarta, Ryan Tjandra mengatakan kehadiran akademi baru ini tidak hanya memperluas akses pendidikan teknologi, tetapi juga memperkuat komunitas inovator digital di Indonesia.
“Setiap akademi tidak hanya merepresentasikan perluasan akses ke pendidikan kelas dunia, tetapi juga pertumbuhan komunitas inovator yang membentuk masa depan teknologi di Indonesia,” ujar Ryan dalam keterangan yang diterima KompasTekno.
Suasana di Apple Developer Academy di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa para peserta diharapkan dapat mengembangkan solusi digital untuk berbagai persoalan nyata di masyarakat sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas secara global.
5 akademi di Indonesia
Apple pertama kali membuka Apple Developer Academy di Indonesia pada 2018 di Tangerang.
Setelah itu, perusahaan membuka akademi tambahan di beberapa kota lain, yaitu Surabaya pada 2019, Batam pada 2020, dan Bali pada 2025, sebelum akhirnya memperluas program tersebut ke Jakarta pada 2026.
Sejak diluncurkan, program ini telah meluluskan hampir 3.000 developer hingga Desember 2025. Sekitar 95 persen lulusan diketahui telah bekerja di berbagai sektor industri, termasuk pendidikan, fintech, transportasi, dan bidang keberlanjutan (sustainability).
Selain itu, sekitar 80 persen lulusan mendapatkan pekerjaan penuh waktu di bidang pengembangan aplikasi, seperti programmer, desainer aplikasi, hingga manajer produk.
Sementara lulusan yang memilih jalur kewirausahaan tercatat telah meluncurkan lebih dari 250 aplikasi di App Store serta mendirikan hampir 100 startup teknologi di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang